SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai langkah Pemerintah setempat untuk mengantisipasi dan mewaspadai kasus demam berdarah (DB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk aktif dan melakukan gerakan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) jelang musim penghujan.
Pasalnya, pada musim hujan 2024 ini, kasus DB akan merajalela dan akan berbahaya. Dalam upaya untuk mengantisipasi kasus demam berdarah, Dinkes meminta masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. Diantaranya mempraktikkan gerakan 3M, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas.
Baca juga: Sebanyak 93 Desa Terancam Krisis Air Bersih, Bojonegoro Mulai Siapkan Langkah Mitigasi
"Dinkes terus mengantisipasi (penyakit dan virus) di Kabupaten Bojonegoro, termasuk DB. Serta meminta masyarakat gerakan 3M," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bojonegoro, drg. Fajar Respati di Bojonegoro, Minggu (27/10/2024).
Baca juga: Imbas Rupiah Melemah, Harga Sejumlah Bapok di Pasar Bojonegoro Melonjak
Meskipun Dinas Kesehatan melakukan fogging atau pengasapan, namun yang paling penting adalah secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan. Fogging hanya mampu membunuh nyamuk besar, sementara telur dan jentik nyamuk tidak dapat dihilangkan dengan langkah tersebut.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro terima penghargaan EPPD 2025 Status Kinerja Tinggi
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro bahwa selama musim penghujan dimulai bulan September 2024 tercatat 57 pasien demam berdarah.Sedangkan pada bulan Oktober dari tanggal 1 sampai tanggal 25 Oktober tercatat 9 pasien Demam berdarah. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu