Kasus DB Mulai Merajalela, Dinkes Bojonegoro Gencarkan Gerakan 3M

surabayapagi.com
Ilustrasi. Kasus Demam Berdarah (DB) di wilayah Bojonegoro memasuki musim hujan. SP/ BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai langkah Pemerintah setempat untuk mengantisipasi dan mewaspadai kasus demam berdarah (DB), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk aktif dan melakukan gerakan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) jelang musim penghujan.

Pasalnya, pada musim hujan 2024 ini, kasus DB akan merajalela dan akan berbahaya. Dalam upaya untuk mengantisipasi kasus demam berdarah, Dinkes meminta masyarakat untuk menerapkan hidup bersih dan sehat. Diantaranya mempraktikkan gerakan 3M, menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas.

Baca juga: Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

"Dinkes terus mengantisipasi (penyakit dan virus) di Kabupaten Bojonegoro, termasuk DB. Serta meminta masyarakat gerakan 3M," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Bojonegoro, drg. Fajar Respati di Bojonegoro, Minggu (27/10/2024).

Baca juga: Diduga Rem Blong, Bus Tabrak Truk di Bojonegoro

Meskipun Dinas Kesehatan melakukan fogging atau pengasapan, namun yang paling penting adalah secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan. Fogging hanya mampu membunuh nyamuk besar, sementara telur dan jentik nyamuk tidak dapat dihilangkan dengan langkah tersebut.

Baca juga: Rumah Warga di Bojonegoro Rusak Diterjang Banjir Bandang dan Angin Kencang

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro bahwa selama musim penghujan dimulai bulan September 2024 tercatat 57 pasien demam berdarah.Sedangkan pada bulan Oktober dari tanggal 1 sampai tanggal 25 Oktober tercatat 9 pasien Demam berdarah. bj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru