SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan jika saat ini sudah memasuki musim penghujan yang intens menjelang akhir tahun, dimana curah hujan tersebut rata di seluruh wilayah Indonesia.
Melihat hal itu, Deputy Head of Original Equipment (OE) Sales Bridgestone Indonesia, Fisa Rizqiano mengungkap jika di musim penghujan membuat jalan basah, licin hingga timbulnya genangan air yang jika kurang memperhatikan kondisi ban kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Baca juga: Jutaan Unit Ford F-150 Masuk Penyelidikan Federal, Gegara Masalah Transmisi
"Ban merupakan salah satu bagian yang langsung bersentuhan dengan jalan, dengan permukaan kontak yang setara dengan telapak tangan kondisi ban harus mampu menahan beban, mendukung akselerasi, manuver hingga pengereman," jelasnya, Minggu (24/11/2024).
Untuk itu, ban kendaraan membutuhkan perawatan yang dianjurkan agar dapat performa kendaraan tetap maksimal. Berdasarkan tips dari Bridgestone, ada empat hal yang harus diperhatikan untuk perawatan.
Baca juga: Masuki Era EV, Daihatsu Luncurkan Kendaraan Komersial Mini 'e-Hijet Cargo dan e-Atrai'
Hal pertama yang harus diperhatikan yaitu tekanan angin. Penting dicatat tekanan angin harus dicek secara berkala dan pastikan tetap sesuai dengan standar pabrikan. Kedua, yaitu melakukan spooring dan balancing secara berkala untuk memastikan rasa berkendara yang stabil dan minim getaran.
Hal ketiga yaitu melakukan rotasi ban untuk meminimalisir timbulnya keausan ban yang tidak merata, dan terakhir atau keempat bisa mengecek ketinggian kembangan ban dan pastikan masih dalam batas yang aman, sebab ban yang sudah aus dapat meningkatkan risiko hydroplaning, mengurangi traksi serta memperbesar jarak pengereman.
Baca juga: Tingkatkan Citra Gaya Modern, Honda Giorno+ 2026 Hadirkan Warna Baru
Selain itu, juga terdapat beberapa tantangan berkendara pada saat musim hujan yang memang penting diperhatikan, misalnya jalan licin dapat mengurangi cengkraman ban dan memperpanjang jarak pengereman, selain itu jarak pandang juga terbatas dan membutuhkan kewaspadaan ekstra dari setiap pengemudi.
"Berhenti tidaknya laju kendaraan ditentukan oleh traksi atau daya cengkram ban pada permukaan jalan, meskipun rem dalam kondisi prima tapi jika ban tidak mampu mencengkram permukaan jalan, tentunya kendaraan tidak akan berhenti secara maksimal," tambahnya. jk-04/dsy
Editor : Desy Ayu