Ratusan Ribu Unit EV Hyundai, Kia, dan Genesis Terdampak Recall di AS

surabayapagi.com
Hyundai Ioniq 5 2024. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Hyundai Motor Group baru saja melaporkan kabar kurang menyenangkan. Yakni model Hyundai, Kia, dan Genesis terdampak recall (penarikan kembali) sebanyak lebih dari 200.000 unit di Amerika Serikat.

Kendaraan yang terdampak ini harus melalui penarikan kembali karena secara tiba-tiba kehilangan daya. Sehingga, recall ini dilakukan untuk memperbaiki masalah yang mengganggu. Sebab, masalah tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

Baca juga: Pasca Terancam Sanksi, Tesla Diam-diam Hapus Fitur ‘Autopilot’ di Pasar AS

"Unit Kontrol Pengisian Daya Terpadu (Integrated Charging Control Unit/ICCU) dapat rusak dan berhenti mengisi daya baterai 12 volt yang dapat mengakibatkan hilangnya daya penggerak," sebut Hyundai dalam laporannya kepada NHTSA, Kamis (28/11/2024).

Selain itu, pemilik juga melaporkan kehilangan tenaga saat berada di jalan bebas hambatan yang mengakibatkan mobil tiba-tiba turun daya di bawah kecepatan normal sebelum berhenti total.

Baca juga: Adopsi Teknologi Plug-in Hybrid, Toyota Land Cruiser 300 Siap Mendarat di Pasar Eropa

“Saya sedang mengemudi di jalan raya dan muncul peringatan ‘Check Electrical System’. Tenaga di dalam mobil kemudian benar-benar habis dan tidak bisa melaju di atas 45 mpj (atau 72 km/jam),” kata salah satu pemilik Ioniq 5 AWD 2024 dalam laporannya.

Sebelumnya, regulator keselamatan di AS ini membuka penyelidikan terhadap Ioniq 5 2022 pada awal musim panas 2023. Sebulan kemudian, agensi membuka penyelidikan serupa atas masalah yang sama pada Kia EV6 2022.

Baca juga: Tampil Lebih Menarik, KTM 250 Duke Dapat Penyegaran Warna Baru 2026

Sementara itu, diketahui untuk model yang terdampak menurut National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), meliputi 145.234 unit lini EV Hyundai dan Genesis, mencakup Ioniq 5 2022-2024, Ioniq 6 2023-2025, GV70 2023-2025, dan GV60 2023-2025. Kemudian, sebanyak 62.872 unit Kia EV6 2022-2024 juga terdampak penarikan kembali. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru