Dosen ASN, Unjuk Rasa Tari Perang

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Aliansi Dosen Kemdiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) yang menggelar demonstrasi menuntut dicairkannya tunjangan kinerja (tukin), buat aksi teatrikal berupa penampilan tari perang dari Minahasa, Sulawesi Utara.

Demonstrasi dosen ASN, seberang pintu Monas, Jakarta, Senin (3/1/2025), tarian perang tersebut diperagakan oleh empat orang laki-laki. Dilitkan kain berwarna merah, topi bulu-bulu, dan aksesoris tengkorak yang dikalungkan, mereka menari.

Baca juga: Bantah Telat Bagi Hasil, Dishub Surabaya Tegaskan Jukir Dapat 40 Persen

Mereka menari dengan mengayunkan pedang, seolah-olah tengah berperang satu sama lain. Gerakannya seirama dengan tabuhan drum dari salah satu penari. Sangar!

Salah satu penari mengatakan bahwa tarian perang ini menggambarkan sebuah keberanian. Keberanian tersebut ditunjukan dengan sifat kesatria untuk menegakkan keadilan dan melawan penindasan.

Baca juga: BEM UI: Serukan Hentikan Penjajahan Negara atas Rakyat Sendiri

Tarian ini adalah simbol keberanian para dosen untuk menyuarakan menuntut haknya, seperti apa yang dilakoni dosen di aksi demonstrasi ini.

"Tari ini kan menggambarkan keberanian untuk salah satu kami ini menggambarkan 'warani'. 'Warani' itu adalah suatu (sikap) kesatria, satria yang menegakkan keadilan di mana menjaga negeri untuk tidak ditindas," ujar salah satu penari, Jussac Rumambi.

Baca juga: PWI, IJTI, dan AJI Blitar Raya Gelar Aksi Serukan  Pernyataan Sikap, Desak Presiden Klarifikasi Ucapan "Londo Ireng"

"Jadi melambangkan keberanian untuk menuntut yang harusnya kami miliki," tambahnya. n jk/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru