SURABAYAPAGI.com, Jember - Kenaikan pesanan bunga mawar menjelang bulan suci Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi para petani. Pasalnya, melonjaknya pesanan tersebut hingga mencapai 200 persen dibandingkan hari biasa untuk keperluan ziarah kubur.
Abdul Wahid, salah satu petani bunga asal warga Desa Karangpring, Kecamatan Sukorambi, mengaku permintaan bunga mawar melonjak drastis, sehingga ia harus memanen hingga 15 kantong plastik per hari.
Baca juga: Jelang Momen Nataru, KAI Daop 9 Jember Sediakan 144.504 Tempat Duduk
Setiap kantong dijual dengan harga Rp 100 ribu, jauh lebih tinggi dibandingkan harga di hari biasa yang hanya sekitar Rp 30 ribu. DImana mayoritas pembeli bunga mawar umumnya berasal dari masyarakat yang hendak melakukan tradisi ziarah kubur menjelang Ramadhan.
Baca juga: Pantai Papuma Jember: Surga Pasir Putih dan Panorama Karang Eksotis di Jawa Timur
“Alhamdulillah, permintaan meningkat tajam menjelang Ramadhan. Banyak pembeli datang langsung ke kebun saya atau membeli di lapak kecil yang saya buka di Pasar Tanjung,” ujar Abdul Wahid, Kamis (20/02/2025).
Mereka berharap tren ini terus berlanjut agar usaha pertanian bunga tetap berkembang dan memberikan keuntungan lebih bagi para petani. Meski harga bunga tersebut juga ikut melonjak, para pembeli mau mengerti dengan kenaikan harga bunga tersebut. Sebab menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri selalu terjadi lonjakan.
Baca juga: Gegara Truk Terguling saat Hujan Deras, Perjalanan Dua KA di Daop Jember Terganggu
Dan nantinya, setelah awal Ramadhan ini, harga bunga untuk nyekar di tempat pemakaman kembali normal. “Harapan kami, tren ini tidak hanya terjadi saat Ramadhan, tetapi juga di momen-momen lainnya sehingga petani bunga bisa terus mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” pungkas Abdul Wahid. jr-01/dsy
Editor : Desy Ayu