Ekstra Hati-hati, Penting Membedakan Oli Asli dan Palsu untuk Kendaraan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Pemberian oli pada mesin kendaraan. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dalam pemilihan perawatan kendaraan memang perlu diperhatikan dengan ekstra agar performanya selalu prima. Salah satunya adalah dengan pemilihan oli yang optimal.

Namun, menurut Direktur Utama Pertamina Lubricants, Werry Prayogi, di tengah maraknya oli palsu yang beredar di pasaran, pemilik kendaraan harus ekstra hati-hati. Pasalnya, oli palsu tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga dapat merusak performa mesin kendaraan. Oli palsu bisa berdampak signifikan pada performa mesin karena proses pelumasan mesin tidak berjalan optimal.

Baca juga: Bernuansa Motor Sport Gunakan Penggerak Rantai, Italjet Dragster 459 Dibanderol Rp 190 Jutaan

Lebih lanjut, masih kata Werry, untuk pemilihan produk oli asli ditandai telah mengantongi sertifikasi SNI baik untuk segmen otomotif maupun industri. Dengan demikian, kualitas dari mesin kendaraan tetap terjaga.

“Kami memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan konsumen mendapatkan produk oli yang terjaga keaslian dan kualitasnya. Maraknya kasus pemalsuan oli tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga merugikan negara dan industri,” kata Werry, Minggu (23/02/2025).

Baca juga: Lewat Rally Dakar 2026, Motul Tegaskan Kualitas Pelumas Kelas Dunia di Ajang Reli Off-road Paling Ekstrem dan Menantang

Selain performa kendaraan yang menurun, oli palsu juga mengakibatkan meningkatnya gesekan antar komponen dan mempercepat keausan mesin. Bila digunakan dalam jangka panjang, performa mesin akan menurun dan berujung alami kerusakan mesin lebih fatal.

Contohnya seperti penggunaan oli diesel tanpa additive detergent atau dispersant, akan mempercepat kerusakan pada mesin secara langsung. Pada kasus tertentu, seperti oli diesel tanpa additive detergent atau dispersant, kerusakan mesin bisa terjadi secara langsung. Begitu pula dengan pelumas industri yang membutuhkan spesifikasi khusus, seperti pelumas kompresor, penggunaan pelumas palsu dapat merusak sistem pelumasan secara instan.

Baca juga: Geely Kenalkan ‘G-ASD’, Sistem Bantuan Mengemudi Generasi Terbaru di Ajang CES 2026 Amerika Serikat

Selain itu, terdapat banyak cara untuk mengetahui perbedaan oli asli dan palsu, diantaranya, melihat QR Code di Stiker Label Anti-Counterfeiting Physical & Digital: QR Code pada stiker botol mengandung kode unik 9-10 karakter (angka & huruf acak). Setiap botol memiliki QR Code berbeda—jika ada yang sama, produk tersebut palsu. 

Lalu, pada tutup Botol dengan Hologram – Terdapat hologram original halus dengan karakter titik (dot) yang terlihat saat kemiringan 45 derajat. Nomor Batch di Tutup dan Leher Botol – Terdapat 8 digit nomor batch dengan posisi lurus, tegak, dan sejajar. ⁠Dan terakhir, dengan teknologi Triple Layer Botol – Saat tutup dibuka, warna bagian dalam botol berbeda dengan bagian luar. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru