SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kabar terbaru, saham Tesla anjlok imbas perusahaan mobil listrik ini mengumumkan penarikan (recall) sebanyak 376.000 kendaraannya di Amerika Serikat (AS) akibat potensi kegagalan fitur power steering assist, Senin (24/02/2025).
Masalah serius ini dapat membuat kendaraan sulit dikendalikan, terutama pada kecepatan rendah, meningkatkan risiko kecelakaan. Sedangkan untuk penarikan ini mencakup model sedan Model 3 tahun 2023 dan crossover Model Y.
Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat
Menurut pernyataan Tesla yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) masalah ini disebabkan oleh potensi kerusakan akibat tegangan berlebih (overvoltage breakdown) pada komponen motor penggerak di papan sirkuit cetak.
Dan imbas recall tersebut, saham perusahaan anjlok 3 persen dalam perdagangan tengah hari. Secara keseluruhan, saham Tesla telah turun sekitar 10 persen tahun ini, setelah mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Tentu, masalah ini menjadi perhatian NHTSA setelah banyaknya laporan dari pemilik Tesla yang mengalami kegagalan kemudi. Beberapa pemilik bahkan tidak dapat memutar setir, sementara yang lain melaporkan peningkatan upaya yang diperlukan untuk mengendalikan kendaraan. Menurut NHTSA, lebih dari 50 kendaraan dilaporkan harus diderek akibat masalah ini.
Lebih lanjut, Tesla juga menyatakan bahwa penarikan ini dilakukan setelah regulator asing yang tidak disebutkan namanya membuka penyelidikan dan menyampaikan kekhawatiran tentang masalah tersebut.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
Diketahui, penarikan ini adalah penarikan besar kedua yang dilakukan Tesla tahun ini. Pada bulan Januari, perusahaan juga menarik sekitar 239.000 kendaraan karena kamera pandangan belakang yang tidak berfungsi. jk-03/dsy
Editor : Desy Ayu