Berkah Ramadhan, Petani Melon dan Semangka di Bojonegoro Banjir Cuan

surabayapagi.com
Ilustrasi. Petani semangka panen di Bojonegoro, Jawa Timur. SP/ BJN

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi para petani melon dan semangka. Bagaimana tidak, langka dan mahalnya kedua buah tersebut di pasaran membuat para petani banjir cuan.

Pasalnya, buah melon dan semangka sudah sering menjadi andalan saat berbuka puasa. Segar dan manisnya rasa melon dan semangka menjadi penggugah rasa haus dahaga yang tepat di kala menu berbuka.

Baca juga: Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

Melihat fenomena tersebut, beberapa petani di sekitar bantaran anak Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Desa Semanding dan Kalirejo, Kecamatan Kota Bojonegoro, memanfaatkan momen ini dengan memanen hasil tanamnya untuk meraup keuntungan besar.

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Probolinggo Melonjak Rp60 Ribu Jelang Bulan Ramadhan

Hadi (40), salah satu petani di area kebun melon dan semangkanya, mengaku kesulitan memenuhi permintaan konsumen karena stok yang terbatas saat ini. Bahkan, tak sedikit hasil panen melon dan semangka langsung dijual kepada konsumen di pinggir jalan yang tidak jauh dari lokasi tanam.

"Memang benar saat ini untuk buah melon dan semangka di pasaran sulit karena belum masa panen, dan kalau ada yang panen itu mungkin masih hanya untuk mencukupi warga kota dan sekitarnya. Ditaruh pinggir jalan, banyak yang beli," tutur Hadi, Jumat (07/03/2025).

Baca juga: Komoditas Harga Bumbu Dapur di PCN Jombang Melonjak Naik Jelang Ramadhan

Sementara itu, menyoal harga, saat ini, harga buah melon di pasaran paling murah Rp 9.000 per kilogram, sedangkan semangka Rp 7.000 per kilogram. Harga tersebut terbilang meroket dari sebelumnya. "Ya, karena biaya tanam dan risiko tanam melon itu tinggi, jadi ya harga yang ada saat ini wajar kalau dibilang mahal," ucap Hadi. bj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru