SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun menggelar uji sampel terhadap takjil Ramadhan di sejumlah lapak pedagang takjil dadakan di momen bulan Ramadhan. Salah satunya seperti di sekitar Jalan Taman Praja.
Tim Dinkes PPKB bersama personil Puskesmas Banjarejo dan Puskesmas Demangan menggelar pengecekan terhadap takjil di Taman Praja. Tim membeli sejumlah makanan dan minuman yang berpotensi menggunakan bahan kimia berbahaya.
Baca juga: Dua Mobil Mewah Milik Ketua PBSI Kota Madiun Diboyong KPK ke Jakarta
“Kami mengambil sampel makanan yang warnanya terlalu mencolok, juga minuman dan jajanan dengan pemanis atau pengawet yang mencurigakan,” jelas Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun dr. Denik Wuryani, Jumat (07/03/2025).
Lebih lanjut, untuk sampel makanan dan minuman lantas dibawa ke puskesmas untuk diuji lebih lanjut. Dalam pengawasan ini, petugas menggunakan alat pemeriksaan kimia kualitatif untuk mendeteksi bahan berbahaya yang mungkin terkandung dalam takjil.
Baca juga: Pasca Geledah Balai Kota Madiun, KPK Segera Periksa Saksi-Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek dan CSR
Jika ditemukan bahan berbahaya, maka petugas akan kembali mendatangi pedagang agar mengganti bahannya dengan yang lebih aman. Dan jika ditemukan wadah yang tidak aman, pedagang akan diberikan edukasi dan diminta menggantinya dengan bahan yang lebih sehat.
Ke depannya, kegiatan serupa akan terus digelar. Tidak hanya di Taman Praja. Tapi juga tempat-tempat takjil dadakan lainnya. Dengan tujuan, untuk memastikan bahwa makanan dan minuman yang dijual tersebut aman dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek jangka panjang.
Baca juga: Tangani 70 Kasus DBD, Dinkes P2KB Sumenep Gencarkan Pola Hidup Sehat Lewat 3M Plus
Selain itu, Denik juga berpesan kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih takjil. Dia menyarankan untuk mengawali buka puasa dengan makanan manis, minum banyak air putih, dan konsumsi buah-buahan. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu