SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Musim hujan yang akhir-akhir ini rata menerjang wilayah Indonesia turut memicu terjadinya banjir bandang yang banyak meresahkan masyarakat lantaran aktivitas sehari-hari pun turut terganggu. Ditambah bagi yang memiliki kendaraan listrik juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Melihat fenomena tersebut, Senior Manager Aftersales PT Neta Auto Indonesia, Januar Eka Sapta, membagikan sejumlah tips bahwa jika mobil listrik terendam banjir, langkah pertama yang harus dilakukan adalah tidak menyalakan kendaraan.
Baca juga: Bernuansa Motor Sport Gunakan Penggerak Rantai, Italjet Dragster 459 Dibanderol Rp 190 Jutaan
“Intinya, kendaraan harus dalam keadaan mati atau tidak dihidupkan saat proses evakuasi, terutama untuk mobil listrik. Hal ini sangat penting karena apabila mobil listrik terendam banjir, risiko kerusakan pada sistem kelistrikan dan potensi kerusakan mobil yang lebih parah bisa meningkat jika kendaraan dinyalakan,” kata Sapta, Minggu (09/03/2025).
Lebih lanjut, mobil tersebut harus dilepaskan sistem parking brake secara manual karena mobil yang telah terendam air tidak boleh dihidupkan sama sekali jika belum kering sepenuhnya.
Selain itu, ada cara lainnya jika mobil listrik melewati genangan air di jalan raya maupun perumahan, diantaranya dengan memastikan genangan tidak melebihi setengah tinggi ban. Jika kedalamannya lebih tinggi, sebaiknya cari jalur alternatif yang lebih aman.
Selanjutnya, tentukan kecepatan berkendara di bawah 10 km/jam, guna menghindari kerusakan pada kendaraan dan memastikan keselamatan diri serta pengendara lainnya.
Baca juga: Geely Kenalkan ‘G-ASD’, Sistem Bantuan Mengemudi Generasi Terbaru di Ajang CES 2026 Amerika Serikat
Serta, pastikan kendaraan tidak berhenti lebih dari 30 menit. Jika sudah melebihi waktu tersebut,pengemudi diminta untuk mengambil tindakan yang aman, seperti mencari lokasi aman untuk berhenti atau melanjutkan perjalanan dengan hati-hati. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu