SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai upaya mendongkrak perekonomian lokal dan mendukung para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Ponorogo, Jawa Timur, kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat kembali menggelar Pasar Malam.
Pesta rakyat yang telah menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan dan Idul Fitri ini akan digelar di Alun-alun Ponorogo pada 16 Maret sampai 13 April 2025. Dan tentunya akan melibatkan UMKM Ponorogo (lokal) yang lebih diprioritaskan dalam gelaran pasar malam mendatang.
Baca juga: UMKM Pedagang Es di Banyuwangi Resah, Harga Gelas Plastik Naik Dua Kali Lipat
Kabid Pengelolaan Pasar, Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo, Okta Hariadi mengatakan, pihaknya telah menyediakan 300 stan UMKM di mana 80 persen kuota untuk UMKM lokal, sedangkan 20 persen untuk luar Ponorogo.
"Ini kita batasi 300-an pedagang. 80 persen lokal, 20 persen luar daerah. Tapi kalau untuk wahana permainan, dari lokal malah nggak ada. Rata-rata dari Klaten, Blitar, Madiun," ujarnya, Selasa (11/03/2025).
Baca juga: Pasca Lebaran 2026: Harga Plastik Melonjak 100 Persen, UMKM-Pedagang di Lamongan Menjerit
Lebih lanjut, Disperdagkum Ponorogo menerapkan sistem sewa lapak selama berlangsungnya pasar malam. Adapun tarifnya disesuaikan dengan peraturan daerah (Perda) Kabupaten Ponorogo, yakni Rp1.500 per meter per hari. Sedangkan ukuran lapak yang tersedia berbeda-beda. Terkecil 2x2 meter.
Sehingga dengan semaraknya pesta rakyat Pasar Malam tersebut, diharapkan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang jauh lebih baik. Pasalnya, berkaca dari Pasar Malam tahun lalu, perolehan PAD di Ponorogo mencapai Rp 450 juta.
Baca juga: Momentum Musim Haji Jadi Berkah Bagi Pedagang Musiman pernak-pernik di Kediri
Pihaknya optimis PAD dari Pasar Malam tahun ini bisa melampaui angka tersebut. "Kalau bisa lebih baik dari kemarin (tahun lalu, red). PAD Rp 450 juta itu dari sewa lapak saja," pungkasnya. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu