SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Walikota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Tim gabungan dari BPOM dan sejumlah OPD terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) di sejumlah swalayan besar di Kota Mojokerto, Kamis (20/03/2025).
Dipimpin langsung oleh Ning Ita tim gabungan langsung memeriksa satu per satu produk mamin di swalayan Sanrio. Mulai makanan siap saji, frozen food hingga parcel.
Baca juga: Sebelum Lebaran 2026, Pemkab Tulungagung Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Rampung
Pemeriksaan beberapa poin di antaranya, asal produksi produk, kemasan produk, tanggal kadaluarsa, dan kualitas mamin. Dari hasil pengecekan tim sidak menemukan tiga produk yang kemasannya rusak, sehingga diminta untuk tidak didisplaykan atau dijual.
“Iya tadi ada temuan penyok dan rusak kita beri saran agar tidak dipajang atau display untuk keamanan konsumsi masyarakat," katanya.
Baca juga: Selama Bulan Ramadhan, ASN di Ponorogo Dapat Pengurangan Jam Kerja
Lebih lanjut Walikota dua periode ini menambahkan dalam sidak juga dilakukan uji sampling kandungan borax. Dalam uji sampling itu, petugas menemukan tiga makanan siap saji yang ditemukan kandungan borax melebihi batas aman.
"Dari bahan makanan dilakukan sampling kandungan borak dan formalin ditemukan tiga makanan siap konsumsi kandungan borax melebihi batas konsumsi makanan," jelasnya.
Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Dalam penyampaiannya, Ning Ita menjelaskan, sidak merupakan salah satu tugas pemerintah daerah dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat Kota Mojokerto. Juga, memberikan jaminan keamanan mengenai peredaran makanan dan minuman yang tersedia di sejumlah swalayan.
"Harapan kepada masyarakat jelang idul fitri masyarakat yang banyak belanja tolong dicek dengan teliti meliputi ijin edar BPOM, label halal, tanggal kadaluarsa dilihat sehingga memenuhi kadar makanan yang layak dikonsumsi," tegasnya. Dwi
Editor : Desy Ayu