SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Masih dalam suasana libur lebaran 2025 atau Idul Fitri 1446 Hijriah, BULOG Mojokerto tetap gencar menyerap gabah petani. Bahkan, hingga 1 April 2025, BULOG Mojokerto tercatat telah menyerap 16.000 ton gabah dari petani di wilayah tersebut.
Dengan strategi jemput bola tersebut, menjadikan BULOG Mojokerto berhasil meraih peringkat kedua tertinggi di Jawa Timur.
Baca juga: Sebelum Lebaran 2026, Pemkab Tulungagung Targetkan Perbaikan Jalan Rusak Rampung
Pemimpin Cabang (Pinca) BULOG Mojokerto, Muhammad Husin, mengungkapkan bahwa dengan capaian itu membuat Tim Jemput Babah BULOG kian terpacu semangatnya terus bergerak langsung ke lapangan untuk memastikan hasil panen petani tetap terserap dengan harga yang layak.
"Kami tetap menyerap gabah sesuai rencana yang telah kami susun berdasarkan informasi dari Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Ini untuk memastikan hasil panen petani tidak jatuh ke harga yang lebih rendah dari ketentuan," ujar Husin, saat memantau langsung kegiatan serap gabah di Ploso, Jombang, pada Rabu (2/4/2025).
Lanjut Husin, pihaknya dalam sehari, Rabu (2/4/2025) telah melakukan penyerapan gabah petani sebanyak 200 ton. Ia juga memastikan petani tetap mendapatkan harga yang layak sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
"Kami (BULOG) memastikan petani tidak mengalami kerugian akibat harga pasar yang fluktuatif, yakni tetap HPP sebesar Rp6.500/kilogram. Upaya ini diharapkam bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional," jelas Husin.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD
Husin pun menegaskan bahwa langkah ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari Kodim, Koramil, Babinsa, Pemkab/Pemkot, PPL, Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi), hingga Dinas Pertanian setempat.
Dengan kolaborasi erat antara BULOG dengan pemerintah daerah dan berbagai instansi tersebut, membuat penyerapan gabah tetap berjalan meskipun di tengah suasana libur Idul Fitri.
"Tim lapangan kami tak kenal libur, karena kesejahteraan petani adalah prioritas kami. Sesuai arahan Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, kami berupaya menjaga stabilitas harga gabah agar petani tetap sejahtera," ungkapnya.
Husin menambahkan bahwa penyerapan gabah akan terus bertambah seiring dengan berlangsungnya panen raya.
"Kami bahkan melakukan pemantauan dan penyerapan gabah hingga malam hari setelah petani selesai panen, termasuk di libur Lebaran ini. Ini adalah bentuk komitmen kami menjaga harga Gabah Kering Panen (GKP) tetap stabil," pungkas Husin. lni
Editor : Desy Ayu