Khofifah Pimpin Panen Raya Serentak Jatim, Produksi Padi Naik 18 Persen

Reporter : Arlana Chandra Wijaya

SurabayaPagi, Ngawi – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin panen raya padi serentak di 37 kabupaten/kota dengan total luas panen mencapai 5.500 hektare. Kegiatan ini dipusatkan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Senin (7/4/2025).

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, Plt Kajati Jatim Setiawan Budi Cahyono, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta perwakilan dari Kementerian Pertanian.

Baca juga: Kupluk DuwurTKSK Jabon Mendapat Apresiasi Gubernur Jatim

Gubernur Khofifah menyebut panen raya ini merupakan bukti keberhasilan kolaborasi antarinstansi dan para petani dalam menjaga ketahanan pangan.

“Jawa Timur siap menjaga status sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Jatim menyumbang 17,48 persen produksi beras nasional dengan luas baku sawah mencapai 1.207.997 hektare. Sepanjang 2024, luas panen mencapai 1.616.985 hektare dengan produktivitas 5,73 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, menghasilkan 9,2 juta ton GKG atau setara 5,3 juta ton beras.

Memasuki 2025, tren produksi menunjukkan peningkatan signifikan. Data BPS Jatim mencatat, luas panen Januari–April 2025 mencapai 838.473 hektare, naik 20,17 persen dibanding periode sama 2024.

Produksi padi naik 18,68 persen dari 4 juta ton menjadi 4,8 juta ton GKG. Produksi beras meningkat dari 2,3 juta ton menjadi 2,7 juta ton.

“Ini hasil dari penerapan teknologi modern, penggunaan varietas unggul, serta kemudahan akses pupuk,” kata Khofifah.

Panen di Ngawi mencakup 1.000 hektare di beberapa desa, seperti Kartoharjo, Kandangan, Legokulon, dan Jatirejo, dengan varietas Inpari 32 dan sistem tanam Jarwo 4.1. Petani menggunakan mesin panen combine harvester.

Baca juga: Puasa Pertama, Gubernur Khofifah Sidak Sembako Pasar Larangan Sidoarjo Harga Dinamis

Selain panen, Khofifah menyoroti luas tambah tanam yang mencapai 628.110 hektare hingga 6 April 2025. BULOG Jatim juga telah menyerap 150.433 ton dari target 593.262 ton beras periode Februari–April.

Khofifah menegaskan, keberhasilan pertanian juga dilihat dari kesejahteraan petani. Untuk itu, Pemprov Jatim terus memberi bantuan benih, alat pertanian, dan pendampingan penyuluh.

“Mari terus jaga semangat kerja keras ini. Jawa Timur siap menjadi pilar ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga meninjau proses olah tanah dengan new rice transplanter, serta menyaksikan transaksi pembelian gabah oleh BULOG.

Panen Raya Nasional Dipimpin Presiden Secara Virtual

Baca juga: Sambut Ramadan, Pemprov Jatim dan Baznas Salurkan Bantuan RTLH dan Beasiswa

Panen raya juga digelar serentak di 14 provinsi lainnya, dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto secara virtual. Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh petani dan pihak yang terlibat.

“Kami bangga membela dan mengabdi untuk rakyat Indonesia. Ini kehormatan kami. Terima kasih atas kerja keras semua pihak,” ujar Prabowo.

Ia juga mengajak seluruh daerah terus meningkatkan inovasi dan produktivitas di sektor pertanian.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran Forkopimda, pejabat Pemprov Jatim, perwakilan BULOG, PT Pupuk Indonesia, BBWS Brantas dan Bengawan Solo, serta perangkat daerah Kabupaten Ngawi. Byb

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru