Merugi! Puluhan Tambak di Gresik Jebol Diterjang Amukan Banjir Rob

surabayapagi.com
Penampakan banjir rob yang jebolkan puluhan tambak di Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik banyak ikan petambak yang hanyut. SP/ GRS

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak puluhan petambak di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Gresik meringis dan merugi lantaran tambak milik mereka yang rusak dan banyak ikan yang hanyut usai diterjang amukan banjir rob.

Gelombang tinggi air laut (banjir rob) datang menerjang, menjebolkan tanggul-tanggul pembatas tambak. Luapan air laut yang begitu cepat merobohkan tanggul pembatas tambak yang umumnya terbuat dari susunan batu bata dan karung pasir. 

Baca juga: LBH Maritim Laporkan Dugaan SHGB Laut PT SSM ke Kejagung, Diduga Langgar Hukum Kelautan dan Tata Ruang

Melihat kejadian tersebut, Agus, seorang petambak asal Desa Kramat Mengare, menjadi saksi betapa dahsyatnya terjangan rob tersebut. Hal itu lantaran lokasi tambak Agus menjadi salah satu yang terparah karena berdekatan dengan galangan pembatas laut.

"Air laut pasang datang sangat cepat dan langsung meluber ke tambak-tambak. Banyak ikan yang ikut arus dan hilang," tutur Agus, Jumat (02/05/2025).

Baca juga: Diduga Sarat Kejanggalan, BPN Gresik Diminta Bongkar Warkah SHGB Pabrik Mie Sedap

Selain itu, beberapa material tanggul yang jebol bahkan ikut menyerbu lahan tambaknya. Ia menduga, tingginya air pasang kali ini melebihi kemampuan tanggul untuk menahan tekanan.

"Sepertinya air pasangnya terlalu besar, jadi tanggul tidak kuat menahan," ujarnya.

Baca juga: DPRD Gresik: Pembongkaran Asrama VOC Bukan Kelalaian Tapi Tindakan Kejahatan, PT Pos Terancam Dipidanakan

Diketahui, banjir rob memang menjadi persoalan tahunan di Mengare. Namun, kali ini para petambak lainnya merasakan dampak yang lebih parah karena berdampak pada mata pencaharian mereka.

Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan bantuan dan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang. "Kami sangat berharap ada tindakan nyata dari pemerintah. Ini bukan kejadian sekali dua kali, tapi setiap tahun. Kami butuh kepastian agar tidak terus merugi," tegas Agus. gr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru