Reformasi Birokrasi, Wakil Ketua DPRD Surabaya Sambut Positif Kabinet Surabaya Berkah

Reporter : Al Qomaruddin
Proses seleksi lelang jabatan UPD di lingkungan Pemkot Surabaya.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di periode kedua ini melakukan reformasi birokrasi dengan membentuk Kabinet Surabaya Berkah. Kabinet ini akan menjadi simbol semangat perubahan birokrasi yang berpihak pada rakyat. Dan juga sebagai komitmen transparansi publik.

Kabinet Surabaya Berkah ini sekaligus sebagai refleksi keseriusan Pemkot Surabaya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, profesional, dan transparan. Kabinet Surabaya Berkah sendiri diisi oleh Kepala Perangkat Daerah terpilih, usai melalui proses seleksi panjang dalam lelang jabatan yang berlangsung terbuka.

Baca juga: Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Aktivasi Ruang Publik

Kebijakan pembentukan Kabinet Surabaya Berkah mendapat respon positif dari DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni  mengapresiasi semangat baru yang diusung Pemkot  dalam nama kabinet tersebut.

Arif Fathoni mengatakan hal itu menjadi semangat positif, mengingat Eri Cahyadi yang dalam berbagai kesempatan selalu menggaungkan Surabaya sebagai kota yang "baldatun thayyibatun warabbun ghafur". Yakni, kota yang baik, maju, dan mendapatkan berkah dari Tuhan Yang Maha Esa.

“Penamaan ini jadi titik awal untuk makin memantapkan semangat agar mampu menuntaskan dan merealisasikan rencana pembangunan daerah. Serta, mendapatkan berkah dari Allah dan doa dari seluruh masyarakat,” ungkap Arif Fathony kepada awak media.

Fathoni berharap dengan penamaan Kabinet Surabaya Berkah ini pemerintahan di Kota Pahlawan makin membaik. Implementasi visi besar yang dibawa Eri Cahyadi harus tercermin dengan baik di berbagai aspek. Termasuk, penempatan Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan pemerintahan.

Baca juga: Ketua Komisi A Beri Cacatan Satu Tahun Kepemimpinan Eri-Armuji

“Penempatan posisi masing-masing SDM harus sesuai dengan keahlian dan kompetensinya. Right man on the right place. Jangan sampai orang yang cakap di bidang A, ditempatkan di bidang C. Itu membuat waktu mengkonsolidasi OPD lebih banyak dibanding merealisasikan tugas pokok fungsi yang didelegasikan ke OPD tersebut,” tutur Fathoni.

Selain itu Fathoni juga mengungkapkan perihal posisi strategis yang saat ini dipegang Surabaya. Kini, Kota Pahlawan jadi pintu gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Kondisi tersebut, diyakini Fathoni, menjadi peluang besar yang harus ditangkap dengan baik. Terutama di tengah kondisi geopolitik global yang tidak menentu.

Untuk itu, beberapa hal harus dibenahi. Selain kemacetan dan banjir, hal lain yang paling penting adalah reformasi birokrasi. Termasuk dengan penyederhanaan dan kemudahan perizinan bagi pengusaha atau investor.

Baca juga: Peringati HARJASDA 167 Kelurahan Sepanjang Sabet Layanan Publik Terbaik

“Investasi yang masuk ke Surabaya harus diberikan karpet merah oleh Pemkot. Sebab, masuknya investasi ke Surabaya akan membantu Pemkot untuk bisa mengentaskan kemiskinan. Adanya reformasi birokrasi ini bisa membantu wali kota untuk mewujudkan cita-cita besarnya dalam menjadikan Surabaya sebagai kota yang baldatun thayyibatun warabbun ghafur,” ujar Fathoni.

Fathoni menambahkan, dewan akan terus memberikan dukungan pada Pemkot. Terlebih, jika programnya berpihak ke masyarakat dan demi kemajuan kota. Fathoni juga memahami bahwa untuk mewujudkan Surabaya yang lebih maju, sinergi semua pihak mutlak diperlukan. Termasuk kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif. Alq

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru