SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Memperingati Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1444 hijriah, warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, menggelar arak-arakan Kentongan Lembu Suro digelar di kawasan Kelenteng Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Sebanyak puluhan kesenian tradisional tampil secara bergantian, dari tarian, musik daerah, hingga pertunjukan lintas budaya. Dan nantinya, kawasan kelenteng itu nantinya dikembangkan secara berkelanjutan menjadi destinasi wisata baru bertema Pecinan (China Town).
Baca juga: Dongkrak Swasembada Pangan, Poktan Probolinggo Mulai Percepat Tanam Padi
"Event budaya yang sarat nilai sejarah itu menampilkan puluhan pertunjukan seni dari berbagai komunitas dan melibatkan masyarakat sekitar. Ditambah lagi, stan-stan kuliner lokal milik UMKM turut hadir memeriahkan suasana dan menggerakkan ekonomi lokal," kata Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Senin (30/06/2025).
Lebih lanjut, Lurah Mangunharjo Hari menjelaskan tradisi Belah Jimat bukan sekadar acara seremonial, melainkan media edukasi sejarah bagi generasi muda.
“Belah Jimat Mangunharjo itu memberikan wawasan pada generasi muda tentang sejarah berdirinya Kelurahan Mangunharjo dan mempromosikan potensi seni, budaya serta menggerakkan sektor perekonomian dengan melibatkan UMKM,” katanya.
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Probolinggo Melonjak Rp60 Ribu Jelang Bulan Ramadhan
Sementara Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin mengapresiasi keguyuban warga Mangunharjo, dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Hadi berpesan, agar warga selalu saling menjaga kerukunan.
“Tahun depan, kegiatan ini harus tetap ada dan memberikan doorprize yang lebih besar,”pesannya.
Baca juga: Ribuan Wisman Ikuti ‘City Tour’ di Kota Probolinggo saat Momen Libur Nataru 2025/2026
Perlu diketahui, rangkaian Belah Jimat dimulai sejak Jumat (27/06/2025), diawali dengan ziarah kubur ke kepala Desa Mangunharjo yang pertama sampai yang kelima, di mana waktu itu Mangunharjo masih berstatus desa.
Pada hari yang sama, juga digelar istighatsah dan jamasan Kentongan Lembu Suro yang dibuat oleh kepala desa kedua pada 1918. Sedangkan puncak acaranya dilaksanakan arak-arakan Kentongan Lembu Suro yang diikuti oleh seluruh RW se-Kelurahan Mangunharjo pada Minggu. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu