Jamin Keamanan Pangan, Dinkes Kota Madiun Uji Sampel Jajanan Takjil Ramadhan PKL

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas Dinkes Kota Madiun memeriksa kandungan bahan takjil yang dijual oleh PKL di kawasan Bundaran Taman Jalan Taman Praja Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN
Petugas Dinkes Kota Madiun memeriksa kandungan bahan takjil yang dijual oleh PKL di kawasan Bundaran Taman Jalan Taman Praja Kota Madiun, Jawa Timur. SP/ MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka menjamin keamanan pangan dari kemungkinan zat berbahaya selama momentum bulan Ramadhan 1447 Hijriah/2026, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkes PPKB) Kota Madiun, bergerak cepat (gercep) melakukan uji sampel pemeriksaan kandungan bahan makanan takjil yang dijual para Pedagang Laki Lima (PKL) di wilayah setempat.

"Pengawasan makanan takjil yang banyak dijual saat momentum Ramadhan perlu dilakukan untuk menjamin keamanan pangan berbuka puasa dari bahan berbahaya," ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes PPKB Kota Madiun Endria Triningsih Kusdiana, Jumat (27/02/2026).

Dalam prosesnya, petugas mengambil sampel berdasarkan kecurigaan terhadap makanan yang berpotensi mengandung bahan berbahaya, seperti boraks pada cilok, sempolan, dan bakso; formalin pada mie, tahu, bakso, cilok, dan sempolan.

Kemudian kemungkinan kandungan rhodamin B pada makanan berwarna merah mencolok, serta metanil yellow pada makanan berwarna kuning mencolok. Dan apabila ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti pewarna tekstil rhodamin B atau zat terlarang lainnya, hasil pemeriksaan akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan pedagang terkait akan mendapatkan pembinaan apabila hasilnya positif.

"Pengujian dilakukan menggunakan sanitarian kit oleh petugas puskesmas di lokasi. Sementara ini masih dilakukan beberapa pemeriksaan di tempat, kita tunggu hasilnya," kata Endria.

Ia menjelaskan idealnya pengawasan dilakukan setiap hari. Sejauh ini pengawasan telah dilakukan di beberapa lokasi strategis, seperti Bundaran Taman Jalan Taman Praja. Selain pengawasan, Dinkes Kota Madiun juga memberikan edukasi kepada para pedagang takjil tentang kebersihan saat berjualan. md-02/dsy

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…