SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mencegah timbulnya kasus stunting baru di wilayah Kota Madiun, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) setempat menggelar pembinaan bagi calon pengantin.
Adanya pembinaan tersebut bertujuan untuk memastikan para calon pengantin siap secara fisik dan mental sebelum menikah, terutama agar kelak mampu melahirkan bayi yang sehat dan bebas dari stunting maupun gangguan tumbuh kembang.
Baca juga: Antisipasi Kasus ‘Super Flu’, Dinkes Madiun Perketat Protokol Kesehatan
"Dalam pembinaan ini kami melakukan pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas, dan hemoglobin (Hb) untuk mengetahui apakah calon pengantin mengalami anemia atau tidak," jelas Kepala Dinkes dan KB Kota Madiun Denik Wuryani, Rabu (16/07/2025).
Lebih lanjut, kegiatan tersebut juga melibatkan kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memberikan pembekalan khusus mengenai pernikahan dan edukasi pencegahan stunting.
Baca juga: Percepat Penurunan Kasus Stunting, Pemkab Madiun Targetkan di Bawah 5 Persen
Menurutnya, data stunting hasil penimbangan memang fluktuatif setiap bulan. Namun upaya pencegahan terus digencarkan, termasuk dengan rutin memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri di sekolah-sekolah.
"Tujuannya agar saat mereka dewasa, menikah, dan hamil, bisa melahirkan generasi yang unggul, bebas stunting," katanya.
Baca juga: Monev Stunting Semester II 2025, Capaian Stunting Turun Jadi 1,12 Persen
Sebagai informasi, pembinaan calon pengantin tersebut rutin digelar dengan melibatkan peserta yang berganti-ganti yang segera merencanakan menikah.
Dan ada sebanyak 27 orang calon pengantin dari tiap kelurahan yang mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari persiapan pernikahan dan kehamilan. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu