SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VII tahun 2025 di Nusa Tenggara Barat menjadi ajang kebangkitan semangat olahraga warisan leluhur. Salah satu cabang olahraga yang menyedot perhatian adalah panahan tradisional yang dinaungi oleh Persatuan Panahan Tradisional Nusantara Jaya (Perpatri NJ). Ajang ini sukses digelar dan menyedot ratusan peserta dari berbagai penjuru Nusantara.
Tercatat 517 atlet panahan tradisional dari 14 provinsi bersaing dalam sejumlah kategori khas Indonesia, seperti Jemparingan Bandul, HorseBow, dan BareBow. Keunikan teknik dan perlengkapan tradisional menjadi daya tarik tersendiri dalam kompetisi ini.
Kontingen Jawa Timur tampil mengesankan dan keluar sebagai salah satu tim terbaik dengan raihan 16 medali — 7 emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Capaian ini mencerminkan konsistensi pembinaan dan semangat pelestarian budaya yang kuat di provinsi tersebut.
Medali emas diraih dalam kategori Jemparingan Bandul Putra, HorseBow Perseorangan Putri, BareBow Tradisi dan Standar Putri, serta beberapa nomor beregu campuran usia U13 dan U18. Sementara itu, medali perak diperoleh dari nomor Jemparingan dan HorseBow, baik untuk kategori perseorangan maupun beregu campuran. Tak ketinggalan, tiga medali perunggu juga berhasil diraih dari berbagai nomor pertandingan.
Ketua KORMI Jawa Timur, Hudiyono, mengapresiasi perjuangan para atletnya. Menurutnya, panahan tradisional lebih dari sekadar olahraga fisik.
“Panahan tradisional adalah warisan budaya yang mengajarkan fokus, kesabaran, dan semangat kebersamaan. Melalui FORNAS, kami ingin terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga berbasis budaya lokal,” ujar Hudiyono, dalam keterangan resminya, Kamis (31/7/2025).
Ia juga berharap panahan tradisional semakin dikenal dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bukan hanya sekadar kompetisi. “Kami dorong agar kegiatan seperti ini rutin digelar di daerah, agar semangat menjaga budaya tetap menyala,” tambahnya.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan semangat pelestarian budaya yang kuat, panahan tradisional di FORNAS VII NTB bukan hanya memperlihatkan prestasi, namun juga memperkuat jati diri bangsa melalui olahraga. ad
Editor : Desy Ayu