SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Diguyur hujan berturut-turut melanda Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dan mengakibatkan akses jalan utama Tulungagung-Ponorogo tertutup material lumpur sepanjang sekitar 50 meter.
Selain itu, material lumpur tersebut juga merusak sebagian bangunan SDN 2 Kradinan mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total
"Korban jiwa nihil, tapi jalan utama lumpuh total karena tertutup lumpur. Pembersihan harus segera dilakukan dengan alat berat karena ketebalan lumpur mencapai 50–70 centimeter," jelas Camat Pagerwojo Setiono, Rabu (20/08/2025).
Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas
Lebih lanjut, dirinya menambahkan, kerugian material masih dalam proses pendataan. Dan untuk sementara, lalu lintas kendaraan dari Tulungagung menuju Ponorogo dialihkan ke jalur alternatif.
Sementara itu, wilayah Pagerwojo bersama kecamatan tetangga, Sendang, diketahui termasuk zona rawan longsor. Hal itu dipicu kondisi kemarau basah yang masih berlangsung pada 2025 ini,serta diduga turut memperparah risiko pergerakan tanah di kawasan perbukitan.
Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven
Selain itu, jalan alternatif Kabupaten Ponorogo Trenggalek juga ambles, akibatnya jalan cor sepanjang 100 menggantung dan membahayakan pengguna jalan. Karena hal tersebut, saat ini jalan alternatif Ponorogo Trenggalek harus ditutup total, meski begitu motor roda dua masih bisa berjalan. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu