Dilelang, Ford Gran Torino ‘Starsky & Hutch’ 2004 Ditawar Rp105 Jutaan

surabayapagi.com
Ford Gran Torino “Starsky & Hutch” 2004. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Mobil Ford Gran Torino yang pernah tampil di layar lebar dalam film “Starsky & Hutch” (2004) kini tengah mencari pemilik baru lewat ajang lelang. Bahkan, saat ini sudah ada 32 penawaran online yang masuk, Senin (01/09/2025).

Menariknya, meski punya status sebagai mobil bintang film, harga penawarannya saat ini masih sangat ramah di kantong. Mobil yang dikendarai oleh Ben Stiller ini kini hanya dibanderol dengan tawaran tertinggi sebesar 6.500 dolar AS atau sekitar Rp105 jutaan. 

Baca juga: Per Februari 2026, Penjualan Mobil Listrik Global Alami Penurunan 11 Persen

Jumlah harga tersebut tentu relatif murah untuk sebuah kendaraan dengan jejak Hollywood. Namun, harga bisa saja melonjak tajam begitu lelang tatap muka digelar pada 23 Agustus di Englewood, Colorado, Amerika Serikat dalam acara khusus lelang mobil film yang diadakan oleh Kraft Auctions.

Ford Gran Torino generasi 1970-an sendiri mendapat julukan “The Striped Tomato” berkat cat merah mencolok dengan garis putih khas di sisi bodinya. Namun, awal kemunculannya di serial TV bukan karena desain yang ikonis, melainkan murni karena Ford kala itu menjadi pemasok mobil resmi rumah produksi. Dari keputusan sederhana itu, lahirlah sebuah ikon otomotif layar kaca.

Baca juga: Eksklusif! Tesla Kenalkan Teknologi Pengereman Mulus di Model Y Terbaru

Ciri khasnya tetap sama yakni, cat merah menyala dengan garis putih yang langsung mengingatkan pada serial legendaris. Di balik tampilannya yang klasik, Gran Torino ini dibekali mesin V8 360-cubic-inch (5,9 liter) yang disebut sebagai versi modifikasi dari mesin spesifikasi kepolisian. 

Tenaga yang dihasilkan mencapai 435 hp di roda belakang, jauh lebih galak dibanding versi standarnya. Lengkap dengan lampu gelembung merah magnetik dan radio Motorola, mobil ini benar-benar menghadirkan nuansa otentik film.

Baca juga: Siap Tantang BYD Atto 3, MG 4X Mulai Bersaing di Segmen SUV Listrik Kompak

Meski berstatus mobil film, ada beberapa alasan mengapa harga lelangnya belum melejit. Kolektor biasanya lebih memburu unit asli dari serial TV 1970-an. Selain itu, kondisi mobil ini juga tak sepenuhnya mulus. Meski ada yang cacat, bagi sebagian kolektor, justru “cacat” itu menambah karakter dan cerita. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru