SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pada usia 12 tahun, Yesus pernah mengejutkan para ahli Taurat dengan hikmat-Nya di Bait Allah. Setelah itu, Dia tinggal di Nazaret, membantu ayah angkat-Nya Yusuf sebagai tukang kayu. Dan kemudian menjadi tukang kayu sendiri setelah Yusuf meninggal. Ini dilakukan sebelum Yesus memulai pelayanan-Nya pada usia 30 tahun.
Beberapa murid Yesus, seperti Yohanes dan Yakobus, adalah anak muda nelayan di Galilea. Yohanes, sang murid termuda, terkenal karena kesetiannya dan hidup hingga lanjut usia.
Baca juga: Yakobus 4:7
Saat itu, menurut Alkitab, masyarakat di sekitar Yesus, termasuk kaum muda, hidup dengan berbagai profesi dan kehidupan sehari-hari. Mereka bekerja, belajar, dan menjalankan kegiatan keagamaan seperti yang dilakukan Yesus.
Seperti Yesus, banyak anak muda menghabiskan masa kecil dan remajanya dalam keluarga, belajar dari orang tua, dan membantu pekerjaan rumah tangga. Mereka juga mengikuti tradisi keagamaan seperti perayaan hari raya di Yerusalem.
Setelah masa dewasa, kaum muda akan menjalani pekerjaan yang tersedia, seperti menjadi tukang kayu, seperti Yesus, atau menjadi nelayan seperti Yohanes dan Yakobus.
Saya amati sangat sedikit di antara kita yang menyadari bahwa ada suatu masa dalam kehidupan Yesus ketika Ia masih muda. Alkitab tidak banyak menceritakan tentang masa itu, tetapi pasti dikatakan sesuatu mengenai hal itu. Lukas 2:51-52 mengatakan: "Lalu Ia (Yesus) pulang bersama-sama mereka (orang tua-Nya) ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. ... Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia."
Dan Zaman sekarang, kita hidup berbeda dengan zaman ketika Yesus muda masih hidup. Saya tidak mengetahui sesungguhnya bagaimana remaja waktu itu, tetapi saya mengikuti kaum muda Amerika saat inivmempunyai banyak persoalan besar yang dihadapinya. Kaum muda Amerika menghadapi persoalan yang paling besar diantara kaum muda dalam sejarah dunia. Mereka hidup dalam ancaman perang atom dan di tengah macam-macam perang di seluruh dunia. Rasa-rasanya, iblis telah menguasai dunia ini seperti dalam suatu mangkuk raksasa dan ia mengaduk-aduknya dengan tongkat yang besar. Dan kaum muda sepertinya terjebak di tengah-tengah semuanya itu....
Mereka lebih cepat dewasa jasmaninya daripada rohaninya. Kata seorang pendeta dari AS, mereka harus membuat banyak keputusan penting. Seorang remaja, ketika ditanya apa yang menjadi persoalan terbesarnya, ia menjawab: "Saya mempunyai terlalu banyak persoalan, sehingga saya tidak tahu mana yang harus saya selesaikan lebih dahulu."
Kaum muda zaman sekarang menghadapi persoalan yang serius karena mereka hidup di dalam dunia yang penuh peralatan teknologi modern dan kesenangan yang lebih mengutamakan seks. Dan banyak waktu senggang, banyak uang, ditambah dengan kegelisahan dan keduniawian. Keadaan dunia saat ini mungkin berbeda dengan keadaan dunia pada saat Yesus hidup.
Baca juga: Tahun Baru Masehi
Menurut saya, pada intinya, semua persoalan kaum muda selalu sama. Kaum muda masa kini dapat belajar banyak dari kehidupan Kristus ketika Ia masih muda.
Yesus mempunyai orang tua yang baik dan Ia menghormati mereka.
Salah satu persoalan yang dihadapi kaum muda masa kini adalah orang tua yang kebanyakan lalai. Tuhan menuntut pertanggungjawaban orang tua atas banyaknya persoalan yang sedang terjadi di antara kaum muda.
Saya mempunyai beberapa saran bagi orang tua yang mempunyai anak muda. Anak muda perlu diperlakukan sebagai orang dewasa. Mereka betul-betul perlu dipertimbangkan. Mereka lebih memerlukan kasih dan dorongan semangat daripada kritikan. Orang tua harus memberi teladan pada anak-anaknya. Anak muda tidak memerlukan harta benda dan uang yang berlebihan, tetapi mereka memerlukan lebih banyak kasih, perhatian dan waktu bersama dengan orang tuanya.
Baca juga: Dekorasi Rumah Jelang Natal
Mereka sebenarnya perlu bimbingan rohani. Amsal 22:6 berkata: "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu."
Saya belum pernah mendengar ada rumah tangga yang berantakan jika di dalamnya, Kristus diutamakan dan mereka membaca Alkitab serta berdoa setiap hari di rumahnya. Mungkin banyak masalah tentang anak muda dalam rumah tangga kita sebab kita tidak hidup bagi Kristus.
Menurut saya, pergaulan kaum muda yang baik adalah pergaulan yang mengenal Yesus Kristus.
Paling tidak pemeluk agama Kristen. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham