SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Diguyur hujan deras selama dua hari berturut-turut mengakibatkan akses jembatan yang menghubungkan akses warga di Desa Kandangtepus dengan Desa Kandangan di Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur terputus.
"Dua hari hujan lebat menyebabkan pondasi jembatan ambrol, awalnya retak sampai akhirnya jembatannya terputus. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena sebelumnya warga sudah menutup akses jembatan itu," kata warga Desa Kandangan, Ahmad, Minggu (21/09/2025).
Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total
Terputusnya akses jembatan penghubung dua desa tersebut tentu mempengaruhi mobilitas warga setempat. Mereka harus memutar sejauh 15 kilometer. Pasalnya, jembatan tersebut menjadi akses penting penghubung dari Kecamatan Senduro menuju ke Kecamatan Gucialit dan Kecamatan Padang.
Putusnya jembatan tersebut selain karena dipicu hujan deras, menurut warga setempat, usia jembatan memang sudah cukup tua, sehingga mengikis pondasi jembatan hingga dengan mudahnya ambrol.
Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas
"Terputusnya jembatan itu berdampak besar pada mobilitas warga karena kami harus memutar sejauh 15 kilometer melewati Glagah Arum dan Pandansari untuk beraktivitas," tuturnya.
Terputusnya jembatan tersebut, warga berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk memperbaiki jembatan itu karena ada ribuan warga yang sangat bergantung pada jembatan tersebut, terutama anak-anak sekolah. Selain itu, masyarakat juga membutuhkan aksi cepat agar mobilitas mereka dapat diakses lebih cepat seperti sebelumnya.
Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan, pihaknya telah mengalokasikan sejumlah dana untuk mengupayakan pembangunan jembatan darurat.
“Saat ini yang paling penting adalah jalur darurat untuk warga. Kami akan mengalokasikan dana biaya tak terduga (BTT) untuk memperkuat jembatan darurat yang sedang dikerjakan masyarakat,” ujarnya. lj-01/dsy
Editor : Desy Ayu