SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Kawasan Pahlawan Religi Center (PRC) Kota Madiun menjadi sorotan usai video genangan air di lokasi itu viral di media sosial pada Minggu (21/9/2025) malam.
Wali Kota Madiun, Maidi, menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan banjir, melainkan akibat proyek arung jeram yang masih dalam tahap pengerjaan.
Baca juga: Produksi Kerupuk di Madiun Melonjak Hingga 50 Persen saat Musim Kemarau
“Proyek ini belum selesai. Hujan datang, tanggulnya ternyata ketinggian, saluran drainasenya lebih rendah. Karena tidak dibuka saat hujan, akhirnya air naik semua,” jelas Maidi, Senin (22/9/2025).
Menurut Maidi, peristiwa itu justru menjadi bahan evaluasi teknis pembangunan. Ia mencontohkan, genangan yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari untuk terisi, kini terjadi hanya dalam hitungan dua jam.
Baca juga: Harga Beras di Madiun Lampaui HET Pemerintah, Tembus Rp15.300 per Kg
“Itu jadi bahan koreksi. Berarti ada yang kurang besar, ada yang ketinggian. Nanti diperbaiki agar lebih sempurna,” ujarnya.
Wali Kota menepis anggapan bahwa Kota Madiun dilanda banjir. “Mana kota yang banjir? Kota banjir kan nggak ada. Kenapa di sini (PRC) airnya menggenang agak tinggi? Karena tanggulnya ditutup, tidak dibuka karena tidak mengira ada hujan. Tunggu aja nanti kalau sudah jadi, silakan saja lihat di sini,” ujarnya.
Baca juga: Harga Ayam Potong di Madiun Anjlok Rp 30.000 Per Kg Imbas MBG Libur
Lebih lanjut, Maidi menambahkan pada awal Oktober 2025 nanti di Kota Madiun akan dilaksanaan Grand Metrik Nasional. "Perwakilan kota/kabupaten seluruh Indonesia yang menang pembagiannya penghargaan dari UI ada di Madiun. InsyaAllah ini nanti kalau ini nanti bisa kita bersihkan, tanggulnya itu saya potong, bisa renang di sini, tenang tenang tenang," tandasnya. man
Editor : Moch Ilham