Berkah Musim Kemarau, Petani Tembakau di Lumajang Panen Cuan hingga Ratusan Juta

surabayapagi.com
Ilustrasi. Para petani tembakau sedang memanen hasil budidayanya. SP/ LMJ

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para petani di Lumajang, Jawa Timur kembali sumringah melihat hasil budidayanya yakni tembakau kali ini lebih bagus lantaran Panas matahari mempercepat proses pengeringan dan kualitas daun pun berkualitas tinggi.

Diketahui, harga tembakau tahun ini cukup menjanjikan, white burley dihargai Rp 57.000 per kilogram, sementara kasturi mencapai Rp 60.000 per kilogram. Dengan hasil panen itu, petani bisa mengantongi cuan hingga ratusan juta rupiah per hektare.

Baca juga: Dongkrak Pertumbuhan UMKM, Diskopindag Lumajang Gelar Bazar Murah Ramadhan Kareem

Hal itu dirasakan salah satu petani di Desa Selok, Kecamatan Pasirian, Toha (55), mengaku bisa memanen hingga 12 ton tembakau dari lahan seluas 6 hektare. Ia menanam dua jenis tembakau, yakni white burley dan kasturi.

"Saya tanam tembakau kasturi satu hektar dan white burley 6 hektare. Kalau white burleynya dapat 12 ton," ujar Toha, Selasa (23/09/2025).

Baca juga: Pemkab Lumajang Perkuat Koordinasi Lintas Sektor, Antisipasi Arus Mudik dan Wisata Nyaman dan Aman

Sementara itu, menurut Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Lumajang, musim kemarau tahun ini juga berdampak pada bertambahnya jumlah petani sekaligus meluasnya lahan tembakau. Meski ada penurunan harga sekitar Rp 3.000 per kilogram dibandingkan tahun lalu akibat kemarau basah. Namun, petani tetap merasa diuntungkan.

"Luas tanaman tembakau 1.400 hektare ada kenaikan dari tahun kemarin 800 hektare. Alhamdulilah petani tembakau bersyukur," ujar Ketua APTI Lumajang, Dwi Wahyono.

Baca juga: Jelang Lebaran 2026, Pemkab Lumajang Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman

Perlu diketahui, kenaikan luas lahan juga berdampak pada target produksi. Tahun ini, target produksi tembakau Lumajang naik dari 300 ton menjadi 700 ton. Sehingga, secara keseluruhan, luas tanaman tembakau di Kabupaten Lumajang tahun ini mencapai 14.000 hektare. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan tahun 2024 yang hanya sekitar 8.000 hektare. lj-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru