SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Upaya menghasilkan durian berkualitas tinggi terus dilakukan petani durian di Lamongan. Salah satunya melalui teknik polinasi manual pada malam hari yang kini mulai banyak diterapkan di kalangan petani durian premium.
Seperti yang dilakukan H. Sholahuddin, pemilik kebun durian Perkasa Farm di Desa Brangsi, Kecamatan Solokuro, Lamongan, dengan tekun ia melakukan kawin silang manual pada malam hari, saat bunga durian sedang mekar sempurna.
Baca juga: PK IPNU-IPPNU MA Ma’arif 7 Sunan Drajat Dilantik, Kader Muda Didorong Tembus Level Nasional
Menurutnya, waktu malam hari menjadi momen yang tepat, karena serbuk sari lebih segar dan kelembapan udara lebih stabil, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan pembuahan.
“Kalau siang, sering gagal karena panas membuat serbuk cepat kering. Dengan cara malam, hasilnya lebih maksimal dan buah yang dihasilkan juga lebih bagus,” ujar H. Sholahuddin.
Baca juga: Bangun Sinergi Antar Perguruan Tinggi NU, UNSUDA Jalin Kerjasama dan Studi Tiru ke UNUSA
Hasilnya pun terbukti. Dari pohon-pohon yang dipolinasi manual, buah durian yang dihasilkan lebih besar, beraroma tajam, bertekstur legit, dan memiliki cita rasa khas. Tak heran jika kemudian durian hasil kebunnya banyak diburu pecinta durian premium.
Selain meningkatkan kualitas, teknik ini juga membuat produksi durian lebih terkontrol. Petani bisa menentukan indukan mana yang dipilih untuk menghasilkan varietas unggulan dengan karakter rasa tertentu.
Baca juga: DPD Matra Lamongan Dikukuhkan, Bupati Ajak Memperkuat SDM Melalui Kelestarian Budaya
Ia mengawinkan varietas durian Musang King, Durian Hitam (Black Thorn), Bawor dan Montong.Dengan adanya inovasi sederhana namun efektif ini, diharapkan Lamongan semakin dikenal sebagai daerah penghasil durian premium yang mampu bersaing di pasaran nasional.
Durian miliknya ini kata Sholahuddin diperkirakan akan panen raya pada bulan Januari 2026 mendatang, sedikitnya ada 1000 lebih batang durian, yang sebelumnya juga sudah pernah panen beberapa kali. jir
Editor : Moch Ilham