SURABAYAPAGI.com, Trenggalek – Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-29 resmi dimulai pada Minggu (28/9) malam di Alun-Alun Trenggalek, Jawa Timur. Ribuan pengunjung sudah memenuhi lokasi sejak sore demi menyaksikan parade jaranan, pameran seni, serta pertunjukan musik lintas budaya yang berlangsung hingga larut malam.
Gelaran yang berlangsung selama tujuh hari ini menghadirkan puluhan kelompok jaranan dari berbagai daerah, termasuk luar Trenggalek. Mereka tampil dengan atraksi khas lengkap dengan gamelan, barongan, dan sajian kolaborasi seni modern.
Baca juga: Sambut Event Gandrung Sewu 2025 Banyuwangi, KAI Daop 7 Madiun Bagikan Diskon Promo Tiket 10 Persen
Pembukaan festival tahun ini semakin istimewa dengan kehadiran seniman internasional. Yuliana Mar Orduno dari Meksiko menampilkan tari Quetzalcoatl yang berpadu harmonis dengan gamelan jaranan, sementara Martina Fieirtag asal Jerman menyuguhkan koreografi khas Dimar Dance Theater.
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama istrinya, Novita Hardini, membuka secara resmi FJTT 2025. “Selamat datang di Trenggalek, rumah besar bagi jaranan dunia. Kami ingin tradisi ini semakin mendunia,” ucapnya.
Baca juga: APKLI Protes, Agustus Pedagang Tak Boleh Jualan di Alun-alun Trenggalek
Ia menekankan bahwa jaranan bukan sekadar tontonan rakyat, melainkan seni yang sarat pesan tentang kepahlawanan dan pengendalian diri.
Sekretaris Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati, turut memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan festival ini selama hampir tiga dekade. “FJTT bukan hanya panggung seni, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kerajinan, hingga promosi digital,” ujarnya.
Baca juga: Gelar Pesta Rakyat, Mbak Vinanda - Gus Qowim Ingin Lestarikan Seni Budaya Jaranan
Asisten Deputi Strategi Event Kemenparekraf, Fransiskus Handoko, menilai FJTT layak masuk dalam jajaran Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 karena potensinya berkembang menjadi agenda berskala nasional bahkan internasional.
Dengan dukungan komunitas seni, pelaku kreatif, dan antusiasme masyarakat, Festival Jaranan Trenggalek Terbuka ke-29 semakin memperkuat posisi Trenggalek sebagai pusat jaranan dunia sekaligus destinasi budaya unggulan Jawa Timur. trg-01/gfr
Editor : Redaksi