Jumat Berkah

Orang-orang Jahat era Rasulullah

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Orang-orang jahat yang dihadapi Rasulullah saat hijrah adalah kaum Quraisy di Mekkah yang terus mengancam dan berupaya membunuhnya, Iblis dalam wujud Suraqah bin Malik yang mengejar, dan orang-orang munafik di Madinah yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul, yang berusaha menggagalkan dakwah dan menyebarkan fitnah

Mereka adalah kelompok jahat yang menolak dakwah Rasulullah dan berusaha menghalanginya, bahkan merencanakan pembunuhan massal terhadap Nabi Muhammad SAW. Setelah Rasulullah hijrah, kaum Quraisy juga berusaha mencegah perkembangan Islam di kota Madinah.

Baca juga: Umrah Awal Tahun

Saya baca di literasi Islam, Iblis menjelma menjadi Suraqah bin Malik yang mengejar Rasulullah saat hijrah, namun kudanya terus terjerembab, sehingga ia tidak mampu mencapai rombongan Nabi.

Juga ada Abdullah bin Ubay bin Salul. Ia adalah tokoh masyarakat Madinah yang memeluk Islam secara munafik dan memimpin kelompok munafikin di Madinah.

Mereka menyebarkan fitnah dan berusaha mengganggu jalannya dakwah Rasulullah di Madinah, meskipun secara lahiriah mengaku beriman.

Nifaq atau kemunafikan merupakan satu dari empat jenis kekufuran sebagaimana dijelaskan oleh Imam Al-Baghowi dalam tafsirnya Ma’alimut Tanzil ketika menafsirkan Surat Al-Baqarah ayat 6. Selain kufur nifaq, ia juga menyebutkan tiga jenis kufur lainnya, yaitu kufur ingkar, kufur juhud, dan kufur inad.

Kufur nifaq adalah kekafiran orang yang mengikrarkan Islam secara lisan, tetapi batinnya tidak mengakuinya. Mereka yang masuk dalam kategori kufur ini adalah sebagian Aus, Khazraj, dan sebagian besar Yahudi Madinah seperti keterangan Al-Baqarah ayat 8 dan seterusnya.

Karena masuk ke dalam kategori kufur atau kafir, orang munafik terancam kekal dalam siksa di akhirat sabagai konsekuensi kekufuran. “Orang yang mati dalam keadaan salah satu dari empat jenis kafir ini tidak akan diampuni.” (Al-Baghowi)

Baca juga: Petani itu Berpahala Besar

Ibnu Katsir dalam Tafsirul Qur’anil Azhim bercerita bahwa belasan ayat di awal Surat Al-Baqarah turun mengenai sifat orang munafik pada surat-surat Al-Qur’an periode Madinah. Sedangkan pada periode Makkah, tidak ada orang munafik. Justru sebaliknya, sebagian orang beriman menyatakan kekufuran karena terpaksa. Meski demikian, mereka beriman di dalam batin.

Ketika Rasulullah hijrah ke Madinah, di sana terdapat kelompok Ansor yang terdiri atas suku Aus dan Khazraj yang di masa jahiliyahnya juga menyembah berhala sebagaimana musyrikin Makkah; dan Yahudi Ahli Kitab yang mengikuti jalan salaf pemuka agama mereka yang terdiri atas tiga qabilah, yaitu Bani Qainuqa, Bani Nadhir, dan Bani Quraizhah. Dari sinilah sejarah kemunafikan bermula.

Ketika Rasulullah tiba di Madinah, banyak dari suku Aus dan Khazraj memeluk Islam. Sementara sedikit dari kalangan Yahudi memeluk Islam, yaitu Abdullah bin Salam. Ketika itu belum ada kemunafikan karena umat Islam belum memiliki kuasa yang perlu ditakuti. Rasulullah SAW bahkan berdamai dengan Yahudi dan banyak kabilah yang berisi perkampungan orang Arab di sekitar Madinah. (dnaputri@gmail.com)

 

Baca juga: Rasulullah Larang Tebangan Pohon Sembarangan

 

Oleh:

Hj Lordna Putri

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru