Nasabah Bank OCBC NISP Buktikan Saldo 392 juta yang Hilang Beralih Kepada Pihak Lain

Reporter : Al Qomaruddin
Kuasa Hukum Tirtohardjo Rukmono, Mahendra Suhartono

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Nasabah Bank OCBC NISP telah kehilangan saldo/dana sejumlah Rp. 392.000.000 yang beralih kepada pihak lain tanpa sepengetahuan dan persetujuan dari yang bersangkutan.

Hal ini diungkapkan Kuasa Hukum Tirtohardjo Rukmono, Mahendra Suhartono saat mengajukan bukti berupa laporan rekening koran dan bukti-bukti lainnya dalam agenda pembuktian surat dari penggugat, pada Jumat, (10/10).

Baca juga: OCBC dan Rigorer Boyong Austin Reaves ke Indonesia, Surabaya Jadi Tuan Rumah

Mahendra menyayangkan Bank OCBC NISP terkesan tidak mau tahu atas permasalahan ini dan seakan malah memposisikan penggugat sebagai pihak yang salah.

"Pada mulanya klien kami percaya dengan Bank OCBC NISP sebagai salah satu bank besar di Indonesia sehingga klien kami mau menempatkan dananya ke rekening Bank OCBC NISP," ungkapnya.

Baca juga: OCBC NISP Perkuat Langkah dengan Merger Bank Commonwealth: Janji Transformasi atau Janji Lama Terulang?

Tetapi, lanjut Mahendra begitu permasalahan ini muncul, kepercayaan itu seakan hancur lebur karena Bank OCBC NISP tidak mau bertanggungjawab mengganti dana/saldo klien kami yang hilang beralih kepada pihak lain.

"Padahal akar dari munculnya permasalahan tersebut adalah lantaran Bank OCBC NISP tidak dapat menjaga keamanan data dan dana nasabah", terang Mahendra.

Baca juga: Bank Commonwealth Diakuisisi OCBC

Mahendra berharap agar permasalahan ini bisa menjadi pelajaran bagi semua bank yang ada di indonesia agar kedepan lebih hati hati dan amanah dalam menjaga keamanan data dan dana nasabahnya serta bertanggungjawab memberikan ganti rugi bila salah atau lalai dalam menjaga keamanan data dan dana nasabah, bukan malah memposisikan nasabah seakan tidak berdaya melawan Bank dalam menuntut hak-haknya.

"Tugas Bank tidak hanya menyimpan dana saja melainkan juga menjaga dana nasabah agar tetap aman," pungkasnya. Alq

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru