SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai upaya mendukung operasional bus TransJatim yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang telah menyiapkan dua skema dengan menganggarkan dana belanja tidak terduga (BTT) dan rerouting atau penataan ulang rute transportasi umum yang difokuskan agar mendapatkan penumpang.
"Untuk feeder akan dianggarkan dari BTT, Kemudian kami ada rerouting agar feeder tidak berhimpitan dengan koridor TransJatim. Jadi, kami ingin menyeimbangkan," jelas Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Senin (20/10/2025).
Baca juga: Atasi Masalah Banjir, Pemkot Malang Prioritaskan Program RT Berkelas
Untuk BTT ini memang diperbolehkan digunakan untuk mendanai program yang dinilai sebagai prioritas dan dibutuhkan oleh masyarakat. Terlebih, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk tahun anggaran 2025 sepenuhnya telah ter-ploting membiayai program kerja pemkot setempat.
Sedangkan mengenai nilai kebutuhan BTT yang akan dialokasikan oleh Pemkot Malang untuk feeder bus Trans Jatim, pihaknya menyatakan jika hal tersebut saat ini masih dalam proses penghitungan.
"Tidak apa-apa (menggunakan BTT) karena feeder butuh anggaran. Kemudian tahun depan akan ada penganggaran melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD)," ucapnya.
Baca juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Pemkot Malang Perkuat Dongkrak Kunjungan Wisata
Sedangkan untuk pelaksanaan penataan ulang rute, Wahyu menyatakan jika hal itu memang perlu dilakukan. Dia tidak ingin melihat operasional angkutan pengumpan tak selaras dengan koridor bus TransJatim.
Rerouting dijelaskan oleh dia, berfungsi sebagai upaya meremajakan rute transportasi umum atau dalam hal ini angkutan kota (angkot) yang sudah lama tidak disentuh pembaruan, mengingat bus TransJatim dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir November 2025 Total ada empat koridor dibuka, tapi untuk tahap awal ini baru satu koridor dioperasionalkan.
Baca juga: Didominasi Wisman Eropa, Kunjungan Wisata di Kota Malang Naik Tembus 77 Persen
Pihaknya optimistis apabila bus TransJatim beroperasi maksimal, maka akan menghadirkan kemudahan mobilisasi, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
"Semua rute Transjatim nanti sudah melalui perkantoran, area pendidikan, lain-lain. Jadi ada rasa nyaman yang diberikan ke masyarakat dan kemacetan bisa diminimalisir," kata dia. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu