RSUD Bangil Pasuruan Miliki Alat Screening Kanker Payudara

surabayapagi.com
Seorang pasien sedang menjalankan operasi menggunakan Intrumen Spine yakni alat operasi untuk masalah tulang belakang. SP/Doc

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) yang diperoleh di Kabupaten Pasuruan digunakan di beragam sektor.

Termasuk untuk pelayanan kesehatan yang salah satunya digelontor untuk RSUD Bangil.

Baca juga: Pesona Ranu Grati Berpadu Latar Pegunungan Tengger yang Kental Dipenuhi Legenda

Lewat DBHCHT kini RUSD Bangil memiliki alat-alat kedokteran dan kesehatan yang semakin lengkap dan canggih.

Perkembangan teknologi terutama di bidang kesehatan memang terus berkembang pesat, sebab ditujukan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi pasien dengan lebih akurat.

Karena itu, RSUD Bangil pun terus mengikuti perkembangan teknologi kesehatan itu. Tahun ini, mereka membeli sejumlah alat medis dan alat kesehatan terbaru dari DBCHT.

Dari DBCHT itu, RSUD Bangil melakukan rehab pengembangan dan pemeliharaan Instalasi Laboratorium Terpadu, melakukan pembelian alat alat Kedokteran dan obat obatan serta pengadaan Mobil MCU Foto Thorak X-Ray untuk screening TB.

Menurut Direktur RSUD Bangil dr. Arma Roosalina, M.Kes melalui dr. Darmi Sapti Kurniawati mengatakan bahwa RSUD Bangil dalam proses pengembangan layanan kesehatan, selalu mengedepankan pelayanan kesehatan terbaik untuk masyarakat.

Ini sesuai dengan motto RSUD Bangil yang selalu peduli dan berkualitas dalam pelayanan.

Baca juga: Warga Pasuruan Antusias Hadiri Skrining Kesehatan Gratis yang Diadakan Dinkes dan PKK

“Seiring dengan berkembangnya kecanggihan  teknologi  alat alat Kesehatan, kami mengalokasikan dana cukai untuk pelayanan kesehatan dan pengadaan alat kedokteran,” ujarnya.

Beberapa alat kedokteran baru yang dialokasikan dari DBCHT untuk tahun ini diantaranya adalah Unit Suction, Infant warmer, Pasien monitor, Tempat tidur elektrik ruang Intensif, Siryng Pump, Strecher di IGD, Dental Care unit, Unit Bedah Craniotomi, Unit Bedah Histerektomi, BOR operasi Bedah tulang, ABUS (Automated Breast Ultrasound), Intrumen Spine serta Bone Density metri.

Semua alat tersebut, menurut dr. Darmi, sudah dioperasikan. Tak terkecuali ABUS yang menjadi salah satu alat kedokteran paling dibutuhkan terutama untuk mendeteksi kanker payudara bagi kaum hawa.

Seperti yang diketahui, kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak terjadi pada wanita di Indonesia, dengan sekitar 65.858 kasus terdiagnosis menurut data sebelum tahun 2025.

Baca juga: Kabupaten Pasuruan Ikuti Pelatihan Inseminasi Buatan Tingkat Nasional

Namun dari jumlah kasus tersebut, banyak pasien kanker payudara yang telat terdeteksi sejak dini.

ABUS ini dapat mengurangi risiko kesalahan diagnosis karena dapat mendeteksi tumor kecil yang tidak terlihat dengan mammografi. Selain itu alat ini juga tidak menggunakan radiasi: sehingga aman bagi tubuh dan tidak menimbulkan efek samping,” paparnya.

Pengadaan alat kedokteran disesuaikan dengan pengembangan pelayanan dan kebutuhan masyarakat akan pelayanan Kesehatan, jadi RSUD Bangil tetap mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi kedokteran yang sedang berkembang,” pungkasnya. Ps-01

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru