SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mendukung program nasional eliminasi kasus Tuberkulosis (TBC), Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun mengumpulkan para kepala puskesmas guna mempercepat penurunan kasus tersebut.
"Hari ini rakor pencegahan TBC. Seluruh kepala puskesmas saya kumpulkan. Kami tekankan penanganan segera bagi masyarakat yang terindikasi TBC," ujar Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (12/11/2025).
Baca juga: Tahun 2027, Pemkot Madiun Target Tambahkan 10 Ribu Peserta Pro JKK-JKM
Menurut dia, dengan keterlibatan para kepala puskesmas melalui FGD tersebut strategi penanganan dan eliminasi TBC di tingkat daerah diharapkan lebih maksimal. Mulai penyisiran atau skrining TBC secara aktif dan pasif hingga pendampingan kepada pasien TBC sampai pengobatan selesai guna memastikan kepatuhan serta kesembuhan.
"Upaya ini perlu melibatkan jajaran puskesmas serta kader kesehatan di posyandu yang lebih dekat dengan pasien atau sasaran. Prinsipnya segera dicegah dan segera ditangani agar penularan tidak meluas," kata dia.
Baca juga: Pemkab Lumajang Sediakan Rumah Singgah Gratis Bagi Pasien Rujukan ke Surabaya
Lebih lanjut, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kota Madiun dr Denik Wuryani mengatakan Pemkot Madiun serius dalam penanganan dan pencegahan TBC di wilayah setempat. Pasalnya, sesuai data dinkes setempat, jumlah kasus TBC yang ditangani di Kota Madiun per Juni 2024 mencapai 367 pasien.
Pemkot juga telah membentuk tim percepatan penanggulangan TBC dan penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD), yang diharapkan dapat mempercepat upaya pengendalian dan penanggulangan TBC di tingkat kota setempat serta menggelar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang TBC.
Baca juga: Vaksinasi Haji di Surabaya Capai 98 Persen, Ditarget Tuntas Sebelum Keberangkatan ke Tanah Suci
Diketahui, di Kota Madiun, saat ini terdapat dua rumah sakit pemerintah dan enam puskesmas yang menyediakan layanan TBC, serta lebih dari 20 klinik yang turut berpartisipasi dalam penanggulangan penyakit tersebut. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu