SURABAYAPAGI.com, Malang - Dalam rangka menyusun dokumen perencanaan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) yang akan menjadi acuan bagi kontraktor untuk mengerjakan proses penataan jalur tersebut, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah menganggarkan sebesar Rp15 miliar.
Perancangan jalur tersebut mulai dikerjakan dari pembatas jalan, desain hingga bahan yang digunakan. Dimana, sebelumnya, Balai Besar TNBTS sudah berkoordinasi dengan kelompok terarah bersama tokoh-tokoh budaya Tengger dalam penataan JLKT.
Baca juga: Selama Ramadhan, SPPG Kota Malang Ganti MBG dengan Makanan Kering
Pasalnya, JLKT bertujuan untuk memperkuat kearifan lokal, konservasi, dan pariwisata di kawasan itu, sehingga dalam penataan jalur tersebut masih dalam proses perencanaan yang dilakukan dengan sistem zonasi di kawasan TNBTS.
"Masih disusun dokumen perencanaannya, nanti ada pembatas jalan, desain dan bahan. Sehingga nanti tinggal dieksekusi oleh kontraktor. Sedangkan untuk sumber dananya dari pusat dan penataan JLKT ini sekitar Rp 15 miliar," jelas Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugrah, Jumat (28/11/2025).
Baca juga: Peternak Malang Diimbau Waspada Risiko Wabah PMK di Musim Hujan yang Tak Tentu
Lebih lanjut, nantinya, JLKT merupakan jalur khusus dibuat agar selaras dengan pelestarian alam. Sehingga dalam pelaksanaannya pun tetap memperhatikan kaidah serta norma konservasi.
Disisi lain, kata Rudijanta, JLKT juga memiliki tujuan pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan Bromo Tengger Semeru. Pasalnya, penataan bukan hanya soal peningkatan keamanan saja. Namun, juga memberikan kesan kenyamanan bagi setiap wisatawan.
Baca juga: Pantai Parang Dowo di Malang Suguhkan Karang Besar hingga Gua-gua Kecil yang Masih Asri
Kenyamanan tersebut diantaranya, sektor usaha akomodasi pariwisata, seperti tempat piknik tak lepas dari konsep besar penataan JLKT. "Seperti menghadirkan tata ruang untuk warung pedagang kaki lima atau PKL sehingga memberikan kesan estetik bagi pengunjung," bebernya.
Selain itu, pihak Balai Besar TNBTS juga akan menyediakan lahan khusus untuk sektor usaha tersebut, di antaranya tempat berjalan kali, foto, parkir jip wisata, hingga lokasi darurat. DIkarenakan, penataan juga ditujukan untuk mencegah kerusakan titik yang disakralkan oleh masyarakat Tengger. ml-02/dsy
Editor : Desy Ayu