SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan pelajar SMP Negeri 1 Boyolangu, beberapa waktu lalu mengakibatkan Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tanggung, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur masih dihentikan.
"SPPG Desa Tanggung belum bisa beroperasi kembali, karena masih ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi," ujar Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tulungagung Sebrina Mahardika, Senin (15/12/2025).
Baca juga: Demi Verval Data Warga Miskin, Guru di Jember Rela Tempuh Jarak Jauh hingga Medan Ekstrem
Diketahui, insiden yang menyebabkan 61 pelajar keracunan itu masih diinvestigasi dan menjadi bahan evaluasi. Oleh karenanya, SPPG Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat sebagai penyuplai MBG di sekolah tersebut dihentikan sementara operasionalnya.
Baca juga: Gegara Masalah Asmara, Pria Nekat Panjat Tower di Sidoarjo Diduga Depresi
Lebih lanjut, pihaknya juga menjelaskan jika salah satu persyaratan utama yang belum dipenuhi adalah kepemilikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), sehingga pengelola SPPG diminta untuk melakukan perbaikan sarana pendukung, termasuk penambahan lapisan epoksi pada lantai dapur untuk memenuhi standar kebersihan dan higienitas.
"Kami mendorong pengelola SPPG Desa Tanggung segera menyelesaikan seluruh persyaratan agar bisa kembali beroperasi dan melayani masyarakat," ujarnya.
Baca juga: Heboh! Fenomena 'Waterspout' Pusaran Angin Tornado Gegerkan Warga Dekat Jembatan Suramadu
Sementara itu, terkait kepemilikan SLHS, Sebrina menyebut dari 67 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Tulungagung, baru tiga SPPG yang mengantongi sertifikat tersebut, masing-masing SPPG Sambirobyong, SPPG Bago, dan SPPG Kedungcangkring. Pihaknya juga berharap proses penerbitan SLHS dapat segera rampung, sehingga seluruh SPPG di Tulungagung dapat beroperasi sesuai standar keamanan dan kesehatan pangan yang ditetapkan. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu