SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Asisten Deputi Kementerian Pariwisata RI, Dwi Marhen Yono menyampaikan optimisme terhadap pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Kota Mojokerto
Menurutnya, kekayaan budaya Mojokerto sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan Kerajaan Majapahit yang sangat beragam merupakan potensi besar yang belum sepenuhnya digarap maksimal.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Atur Jam Kerja ASN Selama Ramadhan 2026
"Wisata Taman Bahari Majapahit (TBM) bisa kita masukkan travel pattern Jawa Timur. Asal syaratnya harus ada atraksi budaya tiap hari, misalnya sendratari Majapahit, seperti atraksi tari kecak di Bali," ungkapnya saat menghadiri FGD Pengembangan Wisata Kota Mojokerto di wisata TBM, Senin (15/12/2025).
Marhen menjelaskan, untuk menggaet wisatawan, Kota Mojokerto harus punya magnet. Dan nama besar Majapahit merupakan aset yang sangat vital dalam pengembangan pariwisata Mojokerto.
"Wisata culture (budaya) menjadi alasan nomor satu kunjungan wisatawan ke Indonesia. Ini berdasar hasil survey tahun 2024 kemarin," tukasnya.
Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Optimalkan Pracangan TPID dan KKMP
Ia juga menyoroti empat indikator utama keberhasilan pembangunan sektor pariwisata yakni jumlah kunjungan pariwisata, besaran belanja wisatawan, lama tinggal dan peningkatan PAD.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD
Menurutnya empat indikator itu harus menjadi acuan startegi agar pengembangam pariwisata berdampak nyata terhadap perekonomian daerah.
"Jangan sampai pariwisata hanya menghasilkan 'jeruk minum jeruk' . Banyak pengunjung tapi tidak berdampak ekonomi karena semua kebutuhan terpenuhi di rumah . Kita perlu dorong agar wisatawan menginap, makan dan belanja di Kota Mojokerto," pungkasnya. Dwi
Editor : Moch Ilham