SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sebagai bentuk antisipasi cuaca ekstrem hingga bencana akibat aktivitas pertambangan dilakukan aktivis lingkungan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bersama warga Desa Plalangan, Kecamatan Jenangan, menggelar tanam pohon bersama melalui aksi reklamasi di sempadan sungai, kemarin.
Diketahui Desa Plalangan mempunyai jumlah warga sekitar 5000 an warga. Dan disana terdapat beberapa tambang, baik itu legal maupun ilegal. Sehingga, dengan adanya gerakan penanaman pohon tersebut bertujuan memperkuat struktur tanah serta menekan risiko longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Ponorogo.
Baca juga: Ponorogo Luncurkan Logo Hari Jadi Ke-530, Usung Simbol Persatuan
“Ini langkah antisipasi agar tidak terjadi bencana banjir dan longsor di wilayah terdampak tambang maupun lainnya,” ungkap Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Jumat (19/12/2025).
Baca juga: Gerakkan Ekonomi Lokal, Pemkab Ponorogo Hadirkan Paket Diskon Kuliner 53 Persen
Lebih lanjut, Bunda Lisdyarita mengatakan adanya reklamasi bermanfaat. Terlebih di sempadan sungai. Hari ini tadi, jelas dia, menanam pohon buah maupun pohon berjenis keras.
“Kalau pohon buah, waktu panen bisa dinikmati masyarakat,” terang orang nomor satu di Bumi Reog ini.
Baca juga: Dorong Produktivitas Petani, Pemkab Ponorogo Salurkan Alsintan ke 44 Poktan
Selain itu, aktivis lingkungan Ahmad Subekik mengaku sengaja menanam di Sempadan Sungai. Tujuannya agar aman, karena memang sempadan sungai yang ditanam merupakan bekas dan terdampak tambang. “Jangan sampai bencana di Sumatera terjadi di sini. Ini juga pengingat jangan sembarangan menambang,” pungkasnya. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu