Ngobrol Infrastuktur, di Wilayah Gresik Masih Ada 19,75 km Jalan Rusak Berat

Reporter : M. Aidid Koresponden Gresik
Kadis PUTR Gresik Dhiannita Tri Astuti saat memaparkan capaian infrastruktur jalan dan jembatan di kantornya bersama sejumlah awak media di acara Ngobrol Infrastruktur. SP/Maidid

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik membeberkan capaian pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan serta jembatan sepanjang Tahun Anggaran 2025. Paparan tersebut disampaikan melalui Bidang Bina Marga dalam forum Ngobrol Infrastruktur yang digelar di Kantor DPUTR Gresik, Selasa (23/12).

Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus transparansi kepada publik terkait pelaksanaan program pembangunan infrastruktur yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Gresik.
Kepala DPUTR Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menyampaikan bahwa dari total panjang jalan kabupaten sepanjang 566,61 kilometer, kondisi jalan dengan kategori baik mencapai 272,02 kilometer atau 48,01 persen. Sementara kondisi sedang tercatat sepanjang 127,19 kilometer atau 22,45 persen.

Baca juga: Petrokimia Gresik Salurkan Rp723,5 Juta untuk 146 Tempat Ibadah dan Lembaga Sosial di Awal Ramadan 1447 H

“Dengan demikian, tingkat kemantapan jalan Kabupaten Gresik, yang merupakan gabungan kondisi baik dan sedang, telah mencapai 70,46 persen atau sepanjang 399,21 kilometer,” jelas Dhian, Rabu (24/12/2025).

Adapun jalan dengan kondisi rusak ringan tercatat sepanjang 147,65 kilometer atau 26,06 persen, sedangkan jalan dengan kondisi rusak berat mencapai 19,75 kilometer atau 3,48 persen.

Dari sisi jenis perkerasan, jalan kabupaten di Gresik masih didominasi perkerasan hotmix sepanjang 272,54 kilometer atau 48,10 persen. Disusul perkerasan paving sepanjang 224,93 kilometer (39,70 persen), beton sepanjang 53,07 kilometer (9,37 persen), lapen/makadam sepanjang 10,86 kilometer (1,92 persen), serta telford dan tanah sepanjang 5,21 kilometer atau 0,92 persen.

Sementara itu, untuk infrastruktur jembatan, dari total 279 jembatan pada ruas jalan kabupaten yang telah disurvei hingga Desember 2025, sebanyak 67 jembatan (24,01 persen) berada dalam kondisi baik dan 156 jembatan (55,91 persen) dalam kondisi sedang. Sedangkan jembatan dengan kondisi rusak ringan tercatat 46 unit (16,49 persen) dan rusak berat 10 unit (3,58 persen).

Baca juga: Permudah Akses Lansia, Pemkab Gresik Resmikan Eskalator Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim

Seluruh data tersebut mengacu pada Surat Keputusan Jalan Kabupaten terbaru yang ditetapkan pada November 2025.
Sepanjang tahun 2025, Bidang Bina Marga DPUTR Gresik juga melaksanakan 27 paket pekerjaan melalui mekanisme lelang.

Paket tersebut terdiri dari 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran jalan, dua paket rekonstruksi jalan, serta empat paket pekerjaan jembatan, termasuk pembangunan jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung di Bawean.

Dari sisi volume, pekerjaan peningkatan jalan meliputi pembangunan aspal sepanjang 645 meter dan beton 7.571 meter. Pelebaran jalan menghasilkan volume aspal 4.687,5 meter dan beton 4.298 meter, sedangkan rekonstruksi jalan mencakup aspal 262 meter dan beton 627 meter. Total volume pekerjaan jalan hasil lelang sepanjang 2025 mencapai 18.090,5 meter.

Baca juga: Bupati Yani Turun Langsung Sapa Ratusan Pencari Kerja di Disnaker Gresik

Selain itu, DPUTR Gresik juga melaksanakan pemeliharaan rutin jalan dengan total volume 6.377 meter, terdiri dari aspal 4.909 meter, beton 198 meter, dan paving 1.270 meter. Dengan demikian, total pekerjaan jalan Bidang Bina Marga sepanjang 2025 mencapai 24.467,5 meter, di luar penanganan oleh Unit Reaksi Cepat (URC).

Sejumlah proyek strategis tersebut tersebar di berbagai kecamatan, di antaranya peningkatan Jalan Domas–Gluranploso di Kecamatan Menganti, Jalan Bringkang–Lampah di Kedamean, Jalan Kedungrukem–Lundo di Benjeng, pelebaran Jalan Yosowilangun–Suci, pembangunan Jembatan Sumberame di Wringinanom, serta rehabilitasi Dermaga Apung Bawean. did

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru