Jumat Berkah

Jaga Ucapan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Jujur, saya heran pengakuan seorang bupati seperti ditulis di Harian Surabaya Pagi edisi Rabu (22/1). Harian ini menurunkan berita utama berjudul "Bupati Ditangkap Diduga Palak, Ngaku Dikorbankan."

Apa benar seorang bupati bisa dikorbankan anak buahnya? Biasanya seseorang dikorbankan atasannya.

Baca juga: Umrah Awal Tahun

Pengakuan bupati semacam ini tentu terkait lisan, ucapan.

Saya sering mendengar nasihat beberapa ulama tentang pentingya menjaga lisan. Karena ada dampak negatif bila kita tidak menjaga lisan kita.

Soal lisan banyak dibahas oleh para ulama. Ini menunjukan ucapan itu bisa mencelakakan.

Ulama akhlak dalam bab kejujuran (ash-shidqu) sering membahas. Sebab dalam Al-Qur’an, kata lisan digunakan di beberapa tempat dan menunjukan beragam makna, antara lain “bahasa” (Qs. An-Nahl: 103), “pujian” (Qs. Maryam: 50), dan “doa” (Qs. Al-Maidah: 78). Lisan adalah salah satu organ tubuh yang akan dimintai pertanggungjawabanya di hari akhir, selain hati, mata dan pendengaran.

Oleh karena itu, Nabi Saw. memberikan penekanan pada umatnya agar mengfungsikan lisan sesuai dengan maksud penciptaannya yang harus diiringi dengan adab yang baik. Rasul Saw. menganjurkan untuk berpikir dan menimbang lebih dulu sebelum mengatakan sesuatu, agar lisan tidak memberikan dampak buruk pada pemiliknya di dunia dan di hari akhir nanti. Sesuai dengan pepatah menjaga lisan, “mulutmu harimaumu”.

Baca juga: Petani itu Berpahala Besar

“Dari Isa bin Thalhah dari Abu Hurairah, ia mendengar sabda Rasulullah Saw.: “Sungguh (jika) seorang hamba mengucapkan kalimat tanpa dipikir terlebih dahulu, ia pun akan terlempar ke neraka (yang) jauhnya antara timur dan barat” (HR. Ibnu Hibban)

Hadits ini terekam dalam Shahih Ibn Hibban no. 287; Shahih Al-Bukhari no. 6477; Shahih Muslim no. 2987; dan Musnad Ahmad no. 8411.

Pun Nabi Saw. memberi perhatian agar si pemilik lisan fokus pada esensi (inti) perkataan-ucapannya dengan tidak asal bunyi, sebab murka Allah ditamsilkan dengan hukuman neraka selama 70 tahun. Subhanallah. (dnaputri@gmail.com)

 

Baca juga: Rasulullah Larang Tebangan Pohon Sembarangan

 

Oleh:

Hj Lordna Putri

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru