Kotak Hitam Pesawat ATR 42-500 dan 6 Penumpang Ditemukan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tim SAR gabungan berhasil menemukan enam jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain kotak hitam alias black box pesawat ATR 42-500.

Jenazah berhasil dievakuasi dan diserahkan ke keluarga untuk diterbangkan ke Jakarta.

Baca juga: Pendaki Gunung Temukan Badan Pesawat ATR

Identitas korban ATR 42-500 penumpang pria pertama itu sudah terindentivikasi.

Diketahui, pesawat ATR 42-500 mengangkut 7 orang kru dan 3 orang penumpang. 

Salah satu penumpang bernama Deden Maulana telah berhasil ditemukan dalam kondisi meningggal dunia di tepi jurang.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara resmi menerima penyerahan kotak hitam atau black box pesawat ATR 42-500 dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Sebagai perangkat vital, black box berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam parameter penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, hingga percakapan pilot.

Penyerahan Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) ini dilakukan pada hari keenam operasi SAR.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menegaskan arti vital penemuan dua kotak hitam tersebut.

Soerjanto mengatakan perangkat tersebut menjadi kunci mutlak untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat tersebut secara akurat.

"Diketemukannya black box ini dimaksudkan adalah untuk menjawab teka-teki apa penyebab dari kejadian tersebut," kata Soerjanto, dalam konferensi pers, Makassar, Kamis (22/1).

Soerjanto merinci Cockpit Voice Recorder (CVR) yang ditemukan memiliki empat saluran rekaman yang mencakup komunikasi pilot dengan ATC, antar pilot, suara kokpit kabin, hingga suara latar (area mic).

"Jadi segala macam suara yang ada di dalam kokpit itu akan terdengar. Dan apa pembicaraan antara kedua pilot ini juga akan terdengar. Nah, itu juga menjadi satu bahan untuk evaluasi," kata Soerjanto.

Sementara itu, Flight Data Recorder (FDR) menyimpan sekitar 88 parameter penerbangan penting seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.

"Ketinggian, kecepatan, segala macam, yang berisi data penerbangan," ujarnya.

"Jadi sekali lagi, bahwa dengan ditemukan black box ini, teka-teki apa yang terjadi di kecelakaan ini bisa kita ungkap dengan lebih tepat. Jadi kita tidak berdasarkan kira-kira, tapi benar-benar berdasarkan data yang bisa kita pegang keakurasiannya," sambungnya.

Soerjanto mengatakan pihaknya berkomitmen untuk menerbitkan rekomendasi keselamatan segera (immediate recommendation) apabila hasil analisis awal menunjukkan potensi bahaya (hazard) yang masih mengancam operasional penerbangan sejenis saat ini. n mk/tb/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru