SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alwi Farhan, bermain luar biasa saat menaklukkan wakil Thailand, Panitchapol Teeraratsakul dengan skor 21-15, 21-6 di final tunggal putra Indonesia Masters 2026, Minggu (25/1).
Gelar ini menjadi titel Super 500 pertama bagi Alwi di level senior, sekaligus menandai pencapaian terbaiknya sepanjang 2026.
Baca juga: Jakarta Banjir Berhari-hari, Surabaya Dihantui
Bagi Alwi, menyabet gelar juara Indonesia Masters edisi ke-16 jadi kebahagiaan tersendiri. Bocah yang dulunya menonton Anthony Sinisuka Ginting juara pada 2018 ini kini telah menjadi juara atas namanya di 2026.
Kemenangan tersebut juga menjadi satu-satunya gelar yang diraih Indonesia di turnamen ini.
Usai memastikan gelar juara, Alwi melakukan sujud syukur di lapangan. Ia mengaku sangat bersyukur atas pencapaiannya tersebut.
***
Alwi Farhan, tunggal putra Merah Putih yang baru, usianya menginjak 20. Ia membuktikan bahwa generasi Gen Z pun mulai berunjuk gigi.
Keberhasilan menembus partai puncak lebih dari soal kemampuan teknis. Namun juga kesiapan mental, adaptasi dengan kondisi lapangan, dan kemampuan mengelola tekanan dari publik yang haus prestasi.
Hal ini juga memberi sinyal kepada publik bahwa generasi Gen Z Indonesia sudah belajar untuk memadukan bakat dengan strategi, pengalaman, dan kedewasaan mental.
Bagi Alwi Farhan, final menghadapi pemain Thailand Panitchaphon Teeraratsakul adalah peluang menunjukkan kemampuan dan pengalaman yang telah dikumpulkan.
Posisi peringkat 18 dunia Alwi sedikit diunggulkan dibanding lawan yang berada di posisi 44. Rekor pertemuan mereka pun imbang 1-1, dengan Alwi memenangi pertemuan terakhir di Kejuaraan Asia Beregu Campuran 2025 dengan dua gim langsung 21-13, 21-18.
Bagi Alwi Farhan, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin, final ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa Gen Z Indonesia siap membuat gebrakan.
Bagi penonton, ini kesempatan untuk menyaksikan perjalanan mentalitas, disiplin, dan ambisi yang menjanjikan masa depan bulu tangkis Indonesia yang lebih segar dan kompetitif.
Dengan usia muda, pengalaman yang makin bertambah, dan dukungan publik yang masif, Istora kini menanti gebrakan dari generasi baru yang siap menulis babak baru dalam sejarah bulu tangkis Indonesia.
***
Baca juga: Bupati Pati Sudewo, Mulutmu Harimaumu
Bulan ini, semua mata akan tertuju pada Alwi. Bukan hanya untuk siapa yang akan menang, tetapi bagaimana masa depan bulu tangkis Indonesia dibentuk oleh tangan-tangan muda ini.
Alwi berhasil membuat sang lawan tidak berkutik sepanjang permainan. Hal itu yang membuat atlet berusia 20 tahun itu berhasil menyudahi permainan hanya dalam waktu 25 menit saja.
Alwi bermain agresif sejak awal gim pertama. Alwi bermain dengan cerdik dan bisa unggul 11-4 atas Teeraratsakul pada interval gim pertama.
Tekanan itu tidak kendur setelah interval. Poin demi poin pun berhasil diraih oleh Alwi untuk terus menjauhkan skor.
Alhasil dalam waktu 10 menit, Alwi sudah berhasil menyudahi perlawanan Teeraratsakul dengan skor 21-15 di gim pertama.
Di gim kedua, Alwi yang sedang dalam performa terbaik makin apik penampilannya. Ia bahkan unggul 11-2 atas Teeraratsakul saat interval gim kedua.
Teeraratsakul sempat bangkit sesaat. Namun, Alwi bisa kembali mengatasi situasi untuk terus memimpin hingga unggul 18-5.
Dengan selisih poin begini, Alwitampak tenang. Dan, benar saja, kemenangan bisa dikunci dalam kedudukan 21-6 dalam durasi 25 menit.
Baca juga: Wali Kota Bergelar Rentengan, Ternyata Diduga Pemeras!
Kini, ia juara Indonesia Masters 2026. Ini merupakan hal luar biasa bagi Alwi Farhan. Delapan tahun lalu, dia mengaku masih berada di barisan penonton, menyaksikan perjuangan para idola.
Kini, dia tumbuh menjadi salah satu bintang utama. Asa tunggal putra Indonesia yang sempat redup pasca mundurnya Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Dan ternyata masih menyala dibawa Alwi.
"Selalu merinding ketika dengar crowd bergemuruh memanggil nama saya. Saya selalu merinding. Tidak pernah terbayangkan. Dulu tahun 2018 saya masih nonton Aa Ginting juara di sini. Sekarang, saya bisa berada di partai final. Tidak ada di dalam benak saya," ujar Alwi, kepada wartawan.
Pada partai puncak Indonesia Masters 2026, Minggu (25/1/2026), Alwi Farhan berhadapan dengan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, sudah dilaluinya.
Sang lawan tak bisa dipandang sebelah mata karena mampu berangkat dari babak kualifikasi menuju final, menyingkirkan sederet unggulan dalam prosesnya.
Secara head-to-head, Alwi dan Panitchaphon juga sama kuat 1-1. Jadi, pertarungan sangat sengit.
"Yang pasti badan saya, mental saya, pikiran saya harus saya kondisikan lagi. Karena besok akan menjadi partai yang berat. Saya akan berusaha semaksimal mungkin," Alwi memungkasi. Alwi, kini mewakili Gen Z di bulu tangkis Indonesia era lengsernya pebulu tangkis senior. c
Congratulations ya Alwi. (radityakhadaffi@gmail.com)
Editor : Moch Ilham