SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka mempercepat mitigasi bencana Gunung Semeru, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen dengan membangun infrastruktur pengendali lahar yang diwujudkan melalui pelaksanaan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Project Package S2 dan S4 yang sudah disosialisasikan kepada masyarakat.
"Pembangunan infrastruktur pengendali lahar harus dipahami sebagai investasi keselamatan jangka panjang, bukan sekadar pembangunan fisik sesaat," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang Agus Triyono, Minggu (08/02/2026).
Baca juga: Diterjang Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah Warga di Tulungagung Alami Kerusakan Berat
Lebih lanjut, adanya sosialisasi kepada masyarakat tersebut merupakan salah satu strategi penguatan tata kelola mitigasi bencana yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Pasalnya, Proyek VDRRSL dirancang untuk merespons karakteristik risiko Gunung Semeru yang bersifat berulang, progresif, dan berdampak lintas wilayah, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo–Bedadung.
"Setiap infrastruktur pengendali bencana yang dibangun hari ini adalah upaya melindungi nyawa, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat Lumajang, sehingga proyek itu harus dilaksanakan dengan perencanaan matang, koordinasi kuat, dan dukungan penuh semua pihak," kata Agus.
Baca juga: Lewat Kawasan Manasik Haji, Pemkab Lumajang Kembangkan Wisata Religi Berbasis Edukasi
Diketahui, Package S2 yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, difokuskan pada penguatan mitigasi di wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung yang menjadi jalur utama aliran lahar Semeru. Sementara itu, Package S4 yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, menyasar wilayah tengah hingga hilir DAS Bondoyudo–Bedadung yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir lahar dan sedimentasi.
"Keberhasilan Proyek VDRRSL tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana proyek itu mampu menurunkan risiko bencana, memperkuat kesiapsiagaan wilayah, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Pasar Krai Ambruk, Pemkab Lumajang Gercep Relokasikan Sementara Pedagang
Sehingga, Pemkab Lumajang berharap terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan Proyek VDRRSL Package S2 dan S4 berjalan tepat waktu, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat serta keberlanjutan pembangunan Lumajang di kawasan rawan bencana. lj-01/dsy
Editor : Redaksi