Peringati Sedekah Bumi, Pemdes Jedongcangkring Gelar Pagelaran Wayang Kulit

surabayapagi.com
Pemerintah Desa Jedongcangkring Kecamatan Prambon, menggelar sedekah bumi di Pendopo Makam Mbah Doro. SP/ HIKMAH

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Guna Merawat kerukunan dan turut serta melestarikan seni budaya, Dusun Cangkring Pemerintah Desa (Pemdes) Jedongcangkring Kecamatan Prambon, menggelar sedekah bumi di Pendopo Makam Mbah Doro pada Rabu (11/02/2026) pagi.

Dalam sambutannya Kepala Desa Jedong Cangkring, Drs. Soedikman Pribadi M.Pd menyampaikan, tradisi sedekah bumi merupakan uri-uri budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan karena hal ini merupakan perwujudan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta (Allah SWT).

Baca juga: Sempat Absen, Festival Reog Ponorogo Kembali Masuk Jajaran Unggul KEN 2026

“Sedekah bumi ini diartikan sebagai sarana memanjatkan doa, agar selalu diberi keselamatan dan dijauhkan dari bencana serta perwujudan rasa syukur kita pada sang Pencipta Allah SWT,” ungkapnya, Rabu (11/02/2026).

Lebih lanjut kepala Desa Jedongcangkring menyampaikan  ruwat Dusun ini acara sakral selalu kita adakan satu tahun sekali ruwat desa nya karena sudah menjadi pengingat kita semua dari sesepuh desa setiap tahun sekali ruwat Dusun atau desa supaya masyarakatnya Slamet dunia dan akhirat . Hari ini di desa Jedongcangkring ada tiga dusun yang mengadakan kegiatan ruwatan yaitu Dusun Jedong , Dusun Cangkring dan Dusun Gempol.

Baca juga: Pemdes Jimbaran Wonoayu Sidoarjo Gelar Tradisi Ruwah Desa, Hadirkan Pagelaran Wayang Kulit

Lanjut Kades Jedongcangkring juga mengatakan nanti saya akan cuti selama  empat bulan karena saya akan mencalonkan lagi menjadi kepala desa Jedongcangkring ini dengan istri Saya sendiri, ucapnya Abah Dikman

Baca juga: Jelang Tahun Baru Imlek, Perajin Barongsai di Sidoarjo Kebanjiran Orderan

“Dalam acara sedekah bumi Dusun Cangkring Desa Jedongcangkring di padepokan Mbah Doro akan dihibur pagelaran Wayang Kulit dengan Ki Teguh Sutrisno dari Jombang dan dilanjutkan di Balai Desa Jedongcangkring  pada malam harinya,” terang Abah Dikman. par/hik

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru