SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Menikmati Bulan Ramadhan tak lengkap jika tidak mengunjungi Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah yang merupakan tempat ibadah paling unik di Mojokerto, tepatnya di di pinggiran Dusun Losari, Desa Desa Pekukuhan, Mojosari, lantaran ornamennya yang tak lazim, serta memiliki ruangan bawah tanah dengan 6 musala di dalamnya.
Selain itu, juga terdapat 2 gapura berbentuk kubah masjid dengan relief aksara Arab pada sisi selatan dan utara jalan menuju masjid ini. Meski Masjid tersebut tidak mempunyai serambi. Pintu masuknya cukup megah berwujud penampakan depan sebuah masjid lengkap dengan 2 menara. Dua pintu masuknya berupa lorong yang cukup rendah sehingga harus menunduk untuk melaluinya.
Wajah depan masjid ini kaya akan ornamen relief dengan dominasi warna putih, hijau dan kuning. Mulai dari lafal Ya Allah, Ya Muhammad, nama masjid, Ponpes Sambung Sari Noto Prodjo Modjopahit Bangkit Nusantara Djaja, Ganti Djamu Sakti, serta relief lainnya menggunakan aksara arab maupun latin, Senin (23/02/2026).
Baca juga: Kunker di Mojokerto, Komisi IX DPR-RI Dukung Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan
Dan meski di luar masih terang, ruangan ini gelap karena hanya sedikit cahaya matahari yang bisa menembusnya. Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah juga menjadi pusat aktivitas keagamaan selama Ramadhan. Mulai dari shalat 5 waktu dan shalat Jumat, tarawih dan tadarus. Seperti masjid pada umumnya, azan berkumandang dari masjid ini. Lantunan ayat suci Al-Qur'an juga terdengar ketika tadarus setelah salat Asar.
Sedangkan ruang bawah tanah, menurut Said, seluas masjid dan tempat tinggalnya. Yaitu 50x50 meter atau 2.500 meter persegi. Untuk ruang bawah tanah Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah ini, tidak setiap hari digunakan. Ia biasa melakukan meditasi di dalamnya apabila hatinya tergerak untuk melakukannya. Begitu pula para pengunjung.
Baca juga: Jelang Ramadhan, Pemkot Mojokerto Percepat Pencairan BPNT APBD
Untuk masuk ke ruang bawah tanah Masjid Agung Wisnu Manunggal Rahmatullah harus mendapatkan izin Said. Selanjutnya, ia meminta pengunjung lebih dulu bersuci, lalu membaca doa khusus. Bagi pengunjung yang tak kuat mental, ia tak menyarankan untuk memasukinya. mj-01/dsy
Editor : Redaksi