Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Penghubung Dua Desa di Ngawi Putus

surabayapagi.com
Sejumlah warga dan petugas desa memantau jembatan di Desa Ngrambe, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi, Jatim, yang roboh hingga mengganggu aktivitas warga desa setempat. SP/ NGW

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Diterjang banjir bandang karena hujan deras sepanjang malam mengakibatkan sejumlah aktivitas warga juga ikut terganggu, pasalnya jembatan penghubung dua desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terputus akibat derasnya air sungai saat banjir bandang terjadi di kawasan lereng Gunung Lawu.

Akibat terputusnya akses jembatan yang menghubungkan warga di Desa Ngrambe dengan Desa Sidomulyo di Kecamatan Ngrambe itu menyebabkan kedua warga di dua desa harus memutar hingga hampir 5 kilometer. Disatu sisi, usia jembatan juga memang sudah cukup tua, ditambah dengan cuaca ekstrem menyebabkan banjir bandang, sehingga mengikis pondasi jembatan tersebut dan terputus.

Baca juga: Sejumlah Bangunan di Jombang Rusak, Diterjang Fenomena Hujan Es dan Angin Kencang

"Terputusnya jembatan itu berdampak besar pada mobilitas warga, karena warga harus memutar hingga beberapa kilometer untuk beraktivitas," jelas Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Partoyo, Rabu (25/02/2026).

Baca juga: Rumah Warga di Situbondo Kebanjiran Gegara Luapan Sungai Lubawang

Lebih lanjut, pihak BPBD setelah menerima laporan warga tersebut, selanjutnya melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk membangun jembatan darurat dari bambu guna membantu aktivitas transportasi masyarakat.

Pasalnya, robohnya jembatan juga menyebabkan pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus. Ratusan pelanggan di Desa Sidomulyo terdampak, karena pasokan air bersih terganggu dan terhenti sementara hingga ada perbaikan.

Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total

Sesuai pemetaan BPBD Kabupaten Ngawi, wilayah lereng Gunung Lawu, seperti di Kecamatan Ngrambe, Sine, Kendal, dan Jogorogo sangat rawan terjadi bencana hidrometeorologi saat hujan deras melanda, baik tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang. Pihaknya juga tak lupa mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi pada puncak musim hujan di bulan Februari yang dapat terjadi sewaktu-waktu. ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru