SURABAYA, SURABAYAPAGI.COM - Bertahun-tahun aset Pemprov Jatim sepanjang 50 meter menghalangi fasilitas umum berupa jalan raya di kawasan Pandugo - Rungkut Alang-alang, Kota Surabaya. Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Freddy Poernomo mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur segera melepas lahan 10 x 50 meter di Jalan Raya Pandugo untuk mendukung pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Freddy menyebut tarik ulur antara Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya terkait status aset tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa kejelasan penyelesaian. Akibat belum di lepasnya aset tersebut, jalan ditengah pemukiman padat itu menjadi buntu. Hingga membuat pengguna jalan harus memutar ke jalan lain sebelum menuju MERR. “Kalau untuk fasilitas jalan dan keselamatan publik, mestinya bisa dicarikan solusi bersama. Jangan sampai kepentingan masyarakat terhambat karena persoalan aset,” ujar Freddy Poernomo di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura.
Baca juga: Ketua DPRD Jatim Bantah Ada Kunker Luar Negeri Bulan Depan
Freddy menegaskan lahan yang berada di tengah jalur rencana pelebaran jalan tersebut sangat krusial demi kepentingan umum dan keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, sudah sepatutnya kedua belah pihak mengedepankan sinergi demi kepentingan masyarakat. “Jika Pemerintah Provinsi Jatim terlalu ego, masak urusan jalan raya sebagai fasilitas publik diabaikan dengan dalih di situ masih melekat aset provinsi,” tandasnya.
Baca juga: Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan
Freddy juga menyayangkan sikap yang dinilai menghambat pembangunan. Ia menilai pelepasan aset untuk kepentingan umum seharusnya bukan persoalan besar.
Selain itu, Freddy mengungkapkan kondisi Jalan Pandugo yang menyempit kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data yang diterimanya, sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka di ruas jalan tersebut.
“Data yang kami terima, sudah ada tiga korban meninggal dan lima orang luka-luka. Ini bukan angka kecil. Artinya ada persoalan serius yang harus segera ditangani,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Freddy mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Wakil Gubernur Emil Dardak yang didampingi Kepala BPKAD Jatim Yasin usai sidang paripurna di Gedung DPRD Jatim. Ia berharap ada solusi konkret agar pelebaran jalan segera direalisasikan demi keselamatan masyarakat. rko
Editor : Redaksi