Tekan Siswa SD-SMP Rentan Putus Sekolah, Disdikbud Situbondo Lakukan Pendataan Ulang hingga Siapkan Beasiswa Tunai

surabayapagi.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Situbondo Sopan Efendi. SP/ STB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dalam rangka menekan angka siswa SD dan SMP siswa yang rentan putus sekolah, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat, melakukan pendataan ulang terhadap jumlah siswa SD dan SMP yang rentan putus sekolah tersebut.

Kepala Disdikbud Kabupaten Situbondo Sopan Efendi mengungkap, berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, di Situbondo tercatat angka anak usia sekolah yang tidak sekolah 5.828 anak. Pihaknya juga akan mencocokkan data Pusdatin untuk mengetahui jumlah anak putus sekolah secara riil menurut nama dan alamat.

Baca juga: Resmikan MBC, Pemkot Surabaya Siap Bidik Penguatan Pendidikan Bertaraf Global

"Kami akan melakukan pendataan ulang termasuk mencocokkan data dari Pusdatin, dan kami nantinya meminta data siswa ke sekolah-sekolah untuk mengetahui jumlah siswa SD dan SMP sebagai upaya mengantisipasi anak putus sekolah," kujarnya, Minggu (12/04/2026).

Baca juga: Sepanjang 2025, Pemkab Situbondo Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,28 Persen

Selain itu, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), salah satunya untuk pendidikan kesetaraan melalui kejar paket A, B, dan C sebagai upaya menekan angka anak tidak sekolah dan anak putus sekolah. Tak hanya itu, pemerintah daerah juga memberikan bantuan melalui program beasiswa berupa uang tunai bagi siswa SD Rp100.000 per orang per bulan selama lima bulan.

Baca juga: Lewat Sektor Pendidikan, Pemkab Jember Rancang Strategi Tekan Angka Kemiskinan

"Untuk siswa rentan putus sekolah Rp150.000 per orang per bulan selama lima bulan dan kuota beasiswa berupa bantuan uang tunai itu pada tahun ini sebanyak 849 siswa, rinciannya sekolah dasar 519 siswa dan SMP 330 siswa," kata Sopan Efendi. st-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru