SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menyambut gelaran “mantu geden” di bulan Muharram, yakni Grebeg Suro, Pemkab Ponorogo Ponorogo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) setempat telah menyiapkan gelaran tersebut dalam rangkaian Grebeg Suro berlangsung cukup panjang, mulai 20 Mei hingga 5 Juli 2026. Puluhan agenda sudah dirancang yang terdiri dari hiburan rakyat, pertunjukan budaya, hingga aktivitas religi.
“Grebeg Suro adalah denyut utama pariwisata Ponorogo. Grebeg Suro mampu mengguncang sampai level nasional,” jelas Kepala Disbudparpora Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi, Kamis (16/04/2026).
Baca juga: Harga Aspal Melonjak 20 Persen, Pemkab Ponorogo Bakal Pangkas Target Perbaikan Jalan
Diketahui, untuk Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) tersebut memag rutin digelar sebagai rangkaian agenda Grebeg Suro yang tercatat lima tahun berturut masuk Karisma Event Nusantara (KEN) yang memuat 125 event unggulan terpilih dari 38 provinsi di Indonesia versi Kementerian Pariwisata (Kemenpar).
Baca juga: Meski Ada Perang d Timur Tengah, Ratusan Jemaah Haji Ponorogo Tak Gentar Siap Berangkat
Lebih lanjut, Judha juga memastikan, gelaran Grebeg Suro menjadi penggerak roda perekonomian serta bagian dari upaya pelestarian budaya. Pedagang kaki lima, pelaku ekonomi kreatif, serta para seniman merasakan dampaknya. Sebab, Ponorogo memiliki identitas Kota Budaya sekaligus Kota Santri. Antara tradisi dan religi bisa berjalan beriringan.
Baca juga: Efisiensi BBM dan Listrik OPD, Pemkab Ponorogo Bakal Terapkan ASN 50 Persen WFH dan 50 Persen WFO
Oleh karenanya, Pemkab Ponorogo berupaya mempertahankan kualitas gelaran Grebeg 2026 di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Judha menyatakan optimistisnya dengan mengandalkan semangat gotong royong. “Mari bergotong royong, bergandengan tangan untuk menyukseskan Grebeg Suro 2026. Grebeg Suro 2026 harus menjadi prioritas. Efeknya besar, bukan saja dari sisi budaya tapi juga ekonomi," tambahnya. pn-02/dsy
Editor : Redaksi