Sinkronkan Instruksi Presiden Prabowo

Pemkab Madiun Ajak Warga Bersih Sehat Lewat Program ‘Selamat Asri’

surabayapagi.com
Pemkab Madiun mengimplementasikan Program Selamat Asri dimulai dari lingkungan Sekolah. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka mendukung dan menyinkronkan instruksi dari Prabowo Subianto terkait program kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mulai mengakselerasi gerakan lingkungan bersih, sehat, dan rapi melalui program Selamat Asri (Selasa Jumat Aman Sehat Resik Indah). Terkait regulasi, kini telah diperkuat melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 11 Tahun 2026 tentang Gerakan Selasa Jumat Bersih.

Program tersebut mendorong terciptanya budaya hidup bersih secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah tersebut juga diselaraskan dengan visi daerah “MADIUN BERSAHAJA” Kabupaten Madiun (Bersih, Sehat, dan Sejahtera) yang diusung Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Purnomo Hadi.

Baca juga: Gandeng Damri, Pemkab Madiun Fasilitasi Angkutan Operasional Bagi ASN

Peluncuran program ditandai dengan apel “Selamat Asri” di SDN 1 dan 2 Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan. Kegiatan ini juga diikuti jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), sekaligus menjadi titik awal implementasi gerakan di sektor pendidikan.

Baca juga: Dukung Kualitas Pendidikan, Pemkab Madiun Perkuat Pengelolaan Dana Hibah BPPDGS

“Ini sudah linear dengan visi Kabupaten Madiun. Kita tinggal implementasi melalui kegiatan rutin setiap Selasa dan Jumat agar lingkungan menjadi bersih, sehat, dan nyaman,” ujar Bupati Madiun, Hari Wuryanto, Senin (20/04/2026).

Meski dimulai dari sektor pendidikan, program Selamat Asri tidak terbatas di sekolah saja. Pemerintah memberikan fleksibilitas kepada setiap lembaga untuk menentukan hari pelaksanaan, baik Selasa maupun Jumat. “Tidak hanya di sekolah, tapi juga di kantor, desa, RT, RW, semuanya harus melaksanakan kegiatan bersih-bersih,” tegasnya.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Sepasma 2026, Bupati Madiun: Keguyuban Jadi Modal Bangun Ekonomi  ‎

Dari hasil pemantauan, masih ditemukan sejumlah persoalan kebersihan, seperti saluran selokan dan gorong-gorong yang tersumbat sampah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti berkembangnya jentik nyamuk hingga risiko banjir. Pemkab Madiun berharap tercipta kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. md-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Senin, 06 Jul 2026 23:41 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:43 WIB
Senin, 06 Jul 2026 23:47 WIB
Berita Terbaru