SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mempercepat penurunan angka kekerdilan anak atau "stunting", Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, Jawa Timur mengoptimalkan fungsi kegiatan bulan timbang secara serentak di posyandu seluruh desa dan kelurahan setempat, karena agenda tersebut terbukti berhasil menurunkan kasus stunting di wilayah tersebut.
Bupati Madiun Hari Wuryanto mengatakan jika adanya keberhasilan penurunan angka stunting tersebut didukung dengan tingkat partisipasi dan kesadaran masyarakat yang sangat tinggi dalam menyukseskan program tersebut. Sehingga, pihaknya rutin menggelar bulan timbang. "Kegiatan bulan timbang serentak ini bertujuan agar intervensi yang dilakukan dapat sama sehingga dihasilkan perbaikan data stunting yang valid," ujarnya, Rabu (12/08/2026).
Lebih lanjut, ia menyebutkan kehadiran masyarakat pada pelaksanaan bulan timbang di Kabupaten Madiun mencapai rata-rata 97 persen, yang tersebar di 15 kecamatan, 198 desa, dan delapan kelurahan. Sedangkan berdasarkan data penimbangan lapangan, prevalensi stunting Kabupaten Madiun berhasil ditekan secara drastis dari 14 persen pada tahun 2021 menjadi 5,02 persen pada tahun 2026.
Penurunan ini menempatkan Kabupaten Madiun jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 19 persen. Sehingga, pihaknya meminta dukungan BPS dan Pemprov Jatim untuk menyinkronkan data riil stunting di lapangan 5,02 persen dengan data SSGI yang masih mencatat angka stunting Kabupaten Madiun 12 persen.
Pihaknya menilai investasi pada kesehatan anak pada hari ini adalah kunci untuk menciptakan generasi masa depan Kabupaten Madiun yang tangguh, cerdas, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan menuju Madiun yang lebih baik. "Karena itu, langkah intervensi dan percepatan penurunan angka stunting seperti bulan timbang ini terus digalakkan," katanya. md-02/dsy
Editor : Redaksi